Rawon Daging Ayah Mertua
Ku ambil satu buah dandang paling besar, untung aku punya dandang itu, pemberian dari majikanku yang tukang bakso dulu.
Ku pindahkan semua daging dan tulang yang ada di ember ke dalam dandang itu, agar bisa kurebus dulu supaya tidak berbau busuk jika kubiarkan sampai besok pagi, karena sekarang belum ada bumbu apapun di rumah untuk memasaknya.
Tok ... tok ... tok ....
"Janah, Janah, buka pintunya, Janah!
Saat sedang menyalakan kayu bakar, ada yang mengetuk pintu dan memanggilku, " Siapa itu, malam-malam yang datang ke rumahku?"