Obat Yang Diberikan Ibu Tiriku
Di remang cahaya, hidung mancung itu terlihat indah sekali.
"Aku mencintaimu bukan dari apanya Key. Tapi perasaan ini muncul kala kita sudah menikah. Sebegitu sulitnya untuk kujelaskan, rasanya hanya aku tak mampu bila berjauhan denganmu. Tolong beri aku kesempatan Key, aku tahu saat ini tak ada ruang untukku dalam hatimu. Tapi percayalah, saat ini yang mencintaimu lebih besar dari apa pun itu hanya aku. Cinta bisa datang seiring bergulirnya waktu, terlebih lagi kita akan menjadi orangtua. Tidakkah kau memikirkan sedikit saja untuk lebih peduli, Key?!" Panjang lebar mulut ini mengatakan. Berharap sedikit menyentuh gumpalan daging bernama hati tersebut.