Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Ya, siapa yang tahu lama-lama senyumku bisa menularinya, membuat ia mau melengkungkan bibirnya, walau hanya tipis saja.
"Kau harus minum, cuacanya makin panas," kataku dan kali ini langsung membukakan tutup botolnya, lalu aku membantunya untuk minum. Kan, lelaki ini memang tak perlu ditawari, ia lebih senang langsung disuapi saat makan, langsung dibantu saat minum. Dan lelaki ini hampir menghabiskan satu botol 500 ml, ya suatu kemajuan, mengingat sebelum masuk rumah sakit, ia sangat susah untuk disuruh minum. Padahal hanya air minum, lagaknya sudah seperti ku paksa minum racun sianida saja.
Setelahnya aku memasukkan kembali botol minum itu ke tas kecil. Dan tiba-tiba pertanyaan darinya membu
Capítulos Populares