PETAKA REUNI
Mbak Susi menunjuk kopi di mejaku dengan dagunya.
Kuraih cangkir keramik dengan inisial s berwarna hijau, lalu menghirupnya seraya memejam. “Makasih, Mbak.”
“Kamu hanya harus bersabar sedikit lagi, Arini.” Mbak Susu berkata seraya kembali duduk di kursinya. Layar di hadapannya kembali menyala, menunjukkan tabel dan angka-angka.
“Harus lebih rajin dari sebelumnya, dan harus semangat!” Mbak Susi menoleh ke arahku. Dia melebarkan senyuman, tak lupa mengepalkan telapak tangan dan mengacungkannya ke atas.