Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu Suamiku

Madu Suamiku

Bocah tujuh tahun itu pun kembali berlari keluar. Tampaknya, Bu Sukma masih menatapnya intens demi menunggu jawaban Zahra. "Nduk...?? "
8.220.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Setetes Racun Dalam Madu

Setetes Racun Dalam Madu

Mungkinkan Mas Reza akan marah kepadaku? Sesampainya di kamar, aku tak berani menatapnya. Kutundukkan kepala karena takut. Tiba-tiba sebuah cokelat terulur di depanku. Aku mendongak menatap wajah tampan suamiku. “Apa ini, Mas?” tanyaku. “Cokelat. Permintaam maafku,”sahutnya. Aku terdiam menatapnya. Dengan hati yang bingung, aku terima cokelat permintaan maaf Mas Reza.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Caught in Sugardady's Love

Caught in Sugardady's Love

“Tapi, kenapa...” “Ah, itu dia!” Kecemasan pun berakhir ketika sosok tampan itu keluar dari mini market dengan tiga buah kantong plastik di tangannya. Semakin heranlah Vanesha melihat betapa besar ukuran kantong-kantong itu jika hanya untuk memuat mars mellow kesukaan Vander. Lalu tanpa pikir panjang ia pun mengutarakan rasa penasarannya itu ketika Vander sudah masuk ke dalam mobil.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Our Sweet Memory

Our Sweet Memory

"Taman ini...." Kenapa ini seperti dejavu? Gue kaya pernah liat ini. Tapi dimana? Tanya Kenan dalam hati. "Taman yang design nya hampir sama dengan taman waktu Meira ngidam sosis bakar." Sambung Meira yg membuat Kenan tercekat. Bagaimana bisa? Kenapa semirip ini? Meira bilang hampir sama. Bagi gue, ini sama persis. "Oh ya? Apa Keira pernah meminta sosis bakar di taman seperti ini waktu masih di perut mami, pi?" tanya Keira disambut ucapan gugup Kenan.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Sweet Revenge Part 9 Merindu Setelah nasi uduknya mendidih, Dafin mengangkatnya dan menyalin kedalam tempat nasinya yang terlihat unik. Seketika laki-laki itu teringat dengan Stela. Meraih ponsel yang berada di atas meja, jarinya mencari nomor Stela dan menyambungkan panggilan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Hidden Secret

Hidden Secret

Liana kemudian masuk dan mendapati Sofi yang terlihat sedang menunggunya. “Kenapa kamu tidak menjawab telfonku?” tanya Sofi menatap Liana. “Oh, maafkan aku. Tadi, ada mama dan papa,” jawab Liana menundukkan kepala. “Oke. Aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu,” ucap Sofi kemudian mengunci ruangan itu. “Baik kak,” jawab Liana duduk disebelah Sofi. “Ini adalah peta sebaran inti alat pemusnah itu. Kamu harus mengentikannya dengan menyuntikkan cairan ini secara langsung,” perintah Sofi memberikan sebuah cairan, kepada Liana.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Meet Sweety Girl

Meet Sweety Girl

Es krim yang dihias sedemikian rupa dengan berbagai macam topping, mencuri perhatiannya. Untukku, aku hanya memesan cappuccino hangat dengan waffle premium chocolate, keduanya adalah paket menu favoritku. Aku tersenyum melihat Denis, dia terlihat sangat senang, pipinya yang gembil terdapat sedikit coklat yang menempel. "Denis, ada coklat di pipimu, Sayang," ucapku sembari mengulurkan tangan ingin membersihkannya, tetapi dengan cepat dia menolak.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

"Kenapa ada hiu yang kepalanya berbentuk martil?" Gadis di hadapannya terlihat tertegun dengan pertanyaan random oleh Eiden, lalu Nindi memasang wajah serius, lalu sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Eiden. "Karena, kalo bentuknya kotak itu bukan hiu, melainkan adudu," bisiknya. Plak
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
SWEET TEMPTATION

SWEET TEMPTATION

kata pria itu yang tengah menatap matanya intens. "A... Aku ti... tidak menangis," jawab Laura gugup. "Matamu tidak bisa bohong, Sweety." Pria itu sedikit menunduk untuk mensejajarkan wajah mereka. Sekarang jarak mereka benar-benar sangat dekat, hingga membuat hidung mereka mulai bersentuhan. "Would you be mine?" "No, because I'm a wife." #To be continue Ahhh... Gimana??? Terlalu biasa, atau membosankan??? Please comentnya ya...
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai sweet seventeen ku brain out
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status