Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

Mutia meremas alat pengaman pria itu dengan gemas di tangan kanannya. "Hm, lebih baik aku coba tanya saja untuk apa dia menyimpan benda ini. Aku cuma penasaran apa kira-kira jawaban dari mas Damar," gumam Mutia sambil keluar dari kamarnya. Mutia mendekati Damar yang masih rajin menyapu taman tengah, mengumpulkan daun pohon mangga yang berguguran dan memotong daun-daun tanaman Kamboja favorit Larasati.
824.5K viewsCompletedAdded to Library 611 Times as tanaman damar
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ia hanya sibuk menyesap wine miliknya lagi. "Kemenangan yang luar biasa, Bos," sapa Damar dengan senyum yang dipaksakan dan dibuat-buat ramah. Ia pura-pura tidak tahu siapa Jevan sebenarnya. "Saya Damar. Saya melihat Anda bermain. Boleh saya bergabung untuk satu putaran?" tanya Damar lagi. Jevan menoleh. Matanya meneliti Damar dari atas ke bawah. "Terserah," jawab Jevan singkat dan dingin. "Tapi taruhannya akan naik,"
728 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as tanaman damar
Read
+Library
Kali Kedua

Kali Kedua

Gita mencolek bahuku, "Tuh, lihat Damar. Dia keren tahu. Badannya tinggi, kulitnya putih, wajahnya juga ganteng. Dia atlet, Rin. Mana main basketnya juga bagus banget." Aku mengikuti arah pandang Gita, dan langsung bisa menemukan Damar yang saat ini sedang mengepalkan kedua tangannya setelah berhasil memasukan bola ke dalam ring basket lawannya. Ya. Aku akui, Damar memang tampan. Dan dia juga cukup keren dalam penampilannya. "Kalau kalian jalan bareng cocok, Rin. Damarnya tinggi, kamunya cebol."
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 595 Times as tanaman damar
Read
+Library
Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

Damar menunjuk sebuah taman yang dipenuhi banyak tumbuhan termasuk bermacam-macam jenis bunga. "Kun yang memberikannya," jawab Yukine jujur. "Kun? Kun memberimu ini? Dia menembak mu?" Damar mencoba menggali informasi dengan berpura-pura bodoh. "Menurutmu bagaimana?" Yukine malah balik bertanya. "Mungkin saja." Yukine hanya mengangguk kecil sambil tersenyum tipis menggantungkan pertanyaan ini, tidak menepis maupun mengiyakan.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as tanaman damar
Read
+Library
DENDAM GADIS PEWARIS

DENDAM GADIS PEWARIS

Amertha tidak mau dikatain jahat. "Anda bukan majikan baik, jika membiarkan pelayannya menjadi orang-orangan sawah seperti ini," balas Jevan. Kepalanya terus saja menunduk, menghindari sinar panas dan menyilaukan dari sang mentari. "Aku adalah majikan baik hati, yang harus berlaku adil pada pelayannya yang telah menggoda majikannya. Kamu harus tahu itu, bahwa sikap kamu itu tidak baik, apalagi melarang majikannya melakukan hal yang disukainya," ucap Amertha dengan kedua tangan yang berada di atas dadanya. Gadis itu berada di lumbung, tempat istirahat yang terbuat dari bambu dan anyaman daun kelapa sebagai atapnya. Berbentuk seperti rumah kecil tanpa jendela dan pintu.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as tanaman damar
Read
+Library
Ammara (antara dendam dan air mata)

Ammara (antara dendam dan air mata)

Ammara hanya menangguk tanpa mengeluarkan ekpresi. Sesampainya di taman Ammara melihat banyak anak-anak bayi yang di ajak oleh orang tuanya bermain di sana. Ammara yang tadinya hanya termenung dan terdiam, kali ini ada sedikit sinar cerah di wajahnya, dan sedikit senyuman kini menghiasi bibirnya. Di taman Andra di sapa oleh seorang laki-laki bersama istrinya yang sedang mendorong stroller bayi mereka.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as tanaman damar
Read
+Library
Dendam Anak Angkat

Dendam Anak Angkat

Kemudian, berbelok di persimpangan, melambat di depan sebuah pagar besi dengan tembok tinggi yang melingkari halamannya. Di balik pagar, berdiri kokoh sebuah rumah berlantai tiga yang belum sepenuhnya rampung. Bahkan, beberapa pekerja masih sibuk memaksimalkan penyelesaiannya. Beberapa material tergeletak di halaman yang dipenuhi pohon palem yang masih kecil-kecil itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as tanaman damar
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Citra merasa tubuhnya terombang-ambing di antara ibu-ibu yang membawa tas belanja plastik besar. Tiba-tiba, ia merasakan sebuah dinding hangat dan kokoh membungkus punggungnya. Damar menggunakan tubuh masifnya sebagai barikade hidup. Ia merangkul bahu Citra dari belakang, melingkarkan lengannya tanpa menyentuh secara langsung, namun cukup untuk menciptakan ruang steril selebar tiga puluh sentimeter di sekeliling Citra. Aroma amis pasar dan bau keringat orang banyak mendadak lenyap, digantikan oleh wangi maskulin Damar yang intens—campuran antara sabun antiseptik, tembakau tipis, dan panas tubuh yang membara.
748 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as tanaman damar
Read
+Library
ZORA Pupus Sebelum Mekar

ZORA Pupus Sebelum Mekar

De Javu “Tante Sandra....” Damar membuka pintu dan langsung menerobos masuk ke dalam rumah besar itu. “Tante di mana?” Dari belakang, Rey menimpuk kepala Damar dengan kantong plastik hitam berisi seragam pramukanya yang basah. “Masuk rumah orang itu pakai salam,” cibir Rey. “Ini mah asal nyelonong aja.”
3.8K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as tanaman damar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status