Kali Kedua
Gita mencolek bahuku, "Tuh, lihat Damar. Dia keren tahu. Badannya tinggi, kulitnya putih, wajahnya juga ganteng. Dia atlet, Rin. Mana main basketnya juga bagus banget."
Aku mengikuti arah pandang Gita, dan langsung bisa menemukan Damar yang saat ini sedang mengepalkan kedua tangannya setelah berhasil memasukan bola ke dalam ring basket lawannya.
Ya. Aku akui, Damar memang tampan. Dan dia juga cukup keren dalam penampilannya.
"Kalau kalian jalan bareng cocok, Rin. Damarnya tinggi, kamunya cebol."
Hot Chapters