Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nama Putriku Nama Mantannya

Nama Putriku Nama Mantannya

teriak Ida spontan. Sulthan nampak khawatir dan panik sesaat. “Remnya tidak bisa!” “Apa!” jangan bilang kalau remnya blong, bukannya tadi kita pakai tidak blong sekarang, bagaimana ini?” tanya Ida terlihat panik. “Aku nggak tahu, Sayang!” “Mas, ini jalanan turun dan kalau kamu belok ke kiri banyak rumah warga sedangkan di kanan adalah jurang!”
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Kesayangan Sang Dosen

Kesayangan Sang Dosen

Mobil merayap pelan, lampu rem menyala di mana-mana. "Aduh, Pak Wawan, ini macetnya parah sekali, ya?" tanya Tania dengan nada cemas, melirik jam tangannya. "Iya, Bu. Sepertinya ada penutupan jalan di depan. Tapi tenang saja, saya tahu jalan pintas," jawab Wawan dengan nada percaya diri yang justru terdengar sedikit *over*. Wawan segera membelokkan mobil ke jalanan kecil yang sempit. Di sinilah petaka dimulai.
1046.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Mereka merasa lebih baik mengalah, daripada jadi bulan-bulanan gank Streets Bat yang terkenal ganas itu. Di sebuah pertigaan agak besar, Elang melihat ada jalur kekiri (Tegalsari-Donotirto). Jalur yang merupakan area persawahan dan perkebunan, yang masih asri dan agak gelap. Elang menghentikan motornya, di tengah jalan yang belum sepenuhnya di aspal itu, “Keina, tetaplah di dalam lingkaran yang saya buat ya. Tenanglah kamu akan aman di dalamnya,” ucap Elang sambil, menerapkan aji ‘Perisai Sukma’ miliknya.
9.963.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
STRANDED (TERDAMPAR)

STRANDED (TERDAMPAR)

Termasuk bulu keteknya yang baru saja dicukur ikut-ikutan garang menegang. Lutut Wendra yang tadi gemetaran kini bergoyang-goyang. Tubuh Wendra terlihat menggigil kencang. Celananya basah bau pesing menyengat penciuman. Sedetik kemudian Wendra tumbang dengan tubuh kejang-kejang. Kemudian dirinya terkapar mengangkang bagai tentara kalah perang. Itulah si Wendra yang katanya jagoan tak takut setan. *****
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Si Badut Itu, Pangeranku!

Si Badut Itu, Pangeranku!

Tentu tiket dibagikan dan diperiksa sesuai dengan jumlah. Tania yang senang terus kegirangan menunjuk ke sana kemari. Asep yang melihat pertama kali mimik wajah Tania yang begitu ceria. Pria itu mengamati dengan lekat dan akan diingat terus. Wanita itu menarik tangan Asep untuk berswafoto lagi dan lagi di hamparan jalan yang menurun. Setiap anak tangga dari batu besar dilalui. Beruntungnya aroma bau belerang tidak terlalu menyengat karena di tempat itu hujan sebentar. Anak-anak berlarian menyusuri tempat yang unik dan indah. Tania terus membujuk Asep yang kelelahan untuk pergi ke Dermaga Ponton. Untuk mengambil foto lebih dekat dengan danaunya. Jadi, jalan terbuat dari kayu yang seperti jemb
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

Di Antara Aku, Ibuku, dan Mantan Suami Musuhku

“Yuk. Semoga masih sempat ketemu sesuatu hari ini.” Kurang lebih satu jam kemudian, mereka tiba di Jalan Kapten Tendean. Cuaca Jakarta panas terik membuat Marwa mandi keringat. Sepanjang jalan dirinya dan Siska menatap lekat-lekat nomor-nomor di jalan itu. Hati keduanya penuh harap.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Air Mata dan Doa Seorang istri

Air Mata dan Doa Seorang istri

Jika jalanan menanjak terasa penat di kaki seperti digantungi beratnya beban yang membuat kaki susah untuk diangkat sementara jika jalanan menurun membuat kaki harus membuat pengereman agar tidak membuat celaka sebab badan terdorong ke depan. Enam jam tak terasa sudah mereka lalui, dan akhirnya sampailah mereka di rumah Johan. Sebuah kampung yang ramai, penuh keramahtamahan dalam menyapa warga yang berlalu lalang di depan rumah mereka. Pak Wardi dan Istri berjalan beriringan dengan berusaha menyembunyikan wajah mereka dari pandangan jelas warga, Pak wardi menopengi wajahnya dengan topi lebar yang dikenakannya sementara Bu Wati memakai Jilbab bercadar panjang berwarna hitam yang menutupi selu
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Membawa Benih Sang Mantan

Membawa Benih Sang Mantan

Apalagi saat melihat belokan gang bunga ada batu di tengah jalan. “ Belok kanan kemana, itu forbidden! Lama lama kesal ngikuti maps tidak jelas seperti ini” teriak Joe dengan frustasi dari tadi mutar mutar di jalan yang sempit. Joe rasanya sudah ingin menangis meraung raung, di tambah lagi perutnya yang keroncongan, ingin mampir ke rumah makan tapi tidak ada tempat untuk parkir.
10103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Jlegg. Pada saat itu Baraka melihat Aswarani terjungkal karena goncangan tanah yang merekah itu. Namun keadaan perempuan tersebut masih jauh dari keretakan tanah. Baraka segera bergerak ke arah lain dengan menggunakan jurus 'Gerak Kilat Dewa Kayangan'-nya. Nini Kutang Katung kebingungan mencari Baraka, ia menggerutu dengan suara tuanya, "Ke mana si setan ganteng tadi...!"
1028.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai tanda awas jalan berkelok-kelok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status