Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

tantangnya pada Tanu. Tanu, yang tubuhnya kekar seperti banteng, mencobanya. Ia mengerahkan tenaga, tapi bata itu seolah menyatu. “Apa ini sihir?” tanya seseorang. “Bukan,” jawab Raka. “Ini racikan dari batu bukit, abu kayu lempung, dan getah dari hutan selatan. Aku menyebutnya lem batu.” Warga bersorak. Seorang ibu berujar, “Kalau begitu kami tak perlu lagi mengikat batu tungku dapur dengan tali rotan.”
1012.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 240 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

makiku geram, saat melihat Rissa melenggang masuk kedalam rumah. Benar-benar si-al, tak dianggap kehadiranku. Aku mengedarkan pandangan, meraih batu bata yang ada disisi jalan dekat tanaman hias milik tetangga. Sekuat tenaga aku melempar batu kedalam rumah, mengenai jendela depan. Praangg!! Suara pecahan terdengar keras, aku kembali mengambil batu bata kali ini mengincar jendela dekat kamar.
10145.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.8K Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

Orang yang duduk di boncengan, sudah bersiap untuk melemparkan batu ke arah rumah dokter Aksara yang sedang dipenuhi oleh beberapa tamu undangan sang dokter. Ketiga orang yang ada di atas motor itu menghitung perlahan secara bersamaan. "Satu, dua, tiga!" Ketiga orang preman suruhan Herman dalam waktu bersamaan melempar kan batu ke arah jendela rumah Aksara yang terbuat dari kaca. Praaaannggg!!
824.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 538 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
PERNIKAHAN KEDUA

PERNIKAHAN KEDUA

Tempat yang sangat kurindui. Tiba di rumah Ibu, kami terpana. Rumah itu sedang direnovasi. Batu bata dan pasir bertumpuk di sana sini. Dan beberapa tukang yang sedang bersiap pulang. Siapa yang merenovasi rumah kami? Apakah Ibu sudah pulang? Ataukah ini justru pemilik baru karena rumah sudah dijual? Tiba-tiba saja Kiara menangis sambil menunjuk satu sudut halaman.
9.721.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 467 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
KAU REBUT SUAMIKU, KUPACARI AYAHMU

KAU REBUT SUAMIKU, KUPACARI AYAHMU

tanya Ayra sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Woah jangan remehkan tubuh yang kurus dan lurus bak papan penggilasan ini ya, Bu, biarpun begini sekali tendang juga pot besar itu akan hancur." Sifa menunjuk satu buah pot bunga yang ada di halam rumah Ayra. Ayra sedikit membelalak karena pot itu yang ia tahu terbuat dari batu dan apakah batu itu bisa pecah di tangan atau di kaki seorang gadis kecil seperti Sifa?
1016.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 619 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

gumam Tong melihat dua sosok mengejar. Manusia batu merapalkan segel tangan "Hujan Batu!" "DUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!" Batu-batu berterbangan ke arah Indra dan Chantico, dengan mudahnya dua petarung puncak menghindar serangan, manusia batu mengambil posisi siap, setelah itu melesat terbang mencari bebatuan besar, dataran pasir membuatnya kesulitan mencari batu-batu. Kilatan cahaya melintas Padang pasir,
9.5454.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 13.2K Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Ipakita ang mga Review (59)
Read
+Library
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Basahin ang Lahat ng Review
TERNYATA IBUKU TAK IKUT LIBURAN

TERNYATA IBUKU TAK IKUT LIBURAN

tanya Morgan. "Gan, Tari dan keluarganya berada di luar. Mereka juga membawa beberapa orang preman, sekarang rumah dilempari dengan batu-batu lumayan besar. Mbak takut akan mengenai kaca jendela dan pecah," ucap Nani dari dalam telepon.
1015.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 315 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

Malah ada juga yang melemparkan kendi berisi kotoran. Suara kendi-kendi yang pecah terdengar jelas saat mengenai rombongan Andre dan teman-temannya. Batu-batu dan benda lainnya ikut beterbangan menghantam tubuh Andre dan teman-temannya hingga beberapa diantaranya ada yang terluka. Para wanita semakin menangis histeris, tapi itu tidak mengurungkan niat penduduk untuk berhenti melempari mereka.
9.626.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 610 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Merutuki diri dan pertemuannya dengan dua lelaki tua itu. Penuh rasa sesal ia melempar batu itu sembarang. ”Aww!” Suci terkejut mendengar suara orang lain di rumahnya. Perempuan itu terbeliak, tak percaya dengan apa yang terlihat di depan matanya.
1027.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 657 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

"Ma, Embun pakai baju yang mana ya untuk menemui tamu?" Ucap Embun malam itu yang sedang berada di kampung Toro dalam acara ngunduh mantu. "Pakai itu saja sudah bagus, sudah sopan. Lagi pula siapa yang akan melihat malam-malam begini. Orang-orang juga tidak akan memperhatikan." Jawab mama mertua Embun dengan suara perlahan didalam kamar Embun dan Toro.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang tanda rumah dilempari batu
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status