Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia

Membuat Tyr tersentak secara tiba-tiba. Sebaliknya sosok yang pantang menyerah tampak berdiri di sisi lain Tebing Pedang. Dia menggenggam bilah pedang yang tajam yang berada di dekat puncak tebing. Tangannya telah terluka berat saat terkena goresan pisau. Darah terus mengalir dari telapak tangannya, menetes ke lengannya dan bercampur dengan keringat yang melapisi tubuhnya. “Arghh!”
8.81.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64.1K kali sebagai tangan di sayat berdarah
Tampilkan Ulasan (275)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Arggggh Duag “Jadi, aku harus bagaimana sekarang?” kataku sambil memukul tiang besi itu lagi, bahkan kini telapak tanganku berdarah karena kuatnya aku memukul tiang besi yang menancap dengan kokoh di depanku itu. *** Tap, tap, tap,
9.631.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 899 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Baunya perjuangan. Sempurna. Aku memetik tiga tangkai. Duri-duri kecil menusuk ujung jariku. Aku membiarkan darah mengalir. Rasa sakit ini adalah bagian dari hadiah. Tanpa pengorbanan, hadiah tidak berarti.
768 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Penghakiman sang Penguasa Dunia

Penghakiman sang Penguasa Dunia

Bergegas tangan dikepal, kekuatan genggamannya mulai memunculkan urat-urat kekar, lalu dengan cepat dia meluncurkan satu pukulan maut. Crash... Sebelum pukulan itu sampai, mendadak tangannya terjatuh dengan darah yang mengucur tanpa henti. “Hah...” Perlahan dia melihat ke arah tangannya itu, memang benar kalau tangannya sudah terpotong. PSssh...” Darah menyembur hingga menimbulkan rasa sakit tidak tertahan. “Argh... ini sakit...” Berteriak sekencang mungkin pria ini.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Srettt! Darah memercik. Pria itu jatuh tersungkur sambil mengerang. Sementara Rangga berhasil menebas lawannya dari bahu hingga dada sebelum berbalik menghadapi penyerang terakhir. Gerakannya mulai melambat. Darah menetes dari luka sayatan di lengan dan pelipisnya. Napasnya berat. Namun matanya masih menyala tajam. "Sudahi saja," katanya dingin.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dingin Dengan CEO Arogan

Pernikahan Dingin Dengan CEO Arogan

Bugh Bugh “Bodoh.” Bukan hanya kepalan tangan. Dahi juga Anggara lampiaskan pada dinding berulang-ulang hingga memerah. Tangan sama nampak merah dan memar bahkan ada jejak darah pula di kepalan tangannya dan itu tidak ada tanda-tanda Anggara menunjukkan rasa sakitnya. “Astaga, Anggara!” Bunda Zia yang selesai beribadah langsung berlari. Mengabaikan suaminya yang baru saja mencerna apa yang terjadi.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Retakan pada kaca bertambah panjang. Beberapa serpihan kecil terlepas dari sudut bingkai dan jatuh ke lantai parket. Salah satu pecahan yang runcing menyelip di sela telapak tangannya. Ujung kaca itu menggores kulitnya. Sayatan tipis langsung terbuka. Darah merah hangat perlahan merembes keluar. Setetes. Kemudian setetes lagi. Mengalir melewati sela-sela jemarinya.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Pedang Ikatan Darah

Pedang Ikatan Darah

Dia sudah benar-benar gila dan aku tidak mau lagi berurusan dengannya, tapi dia tidak mau menyerah. Mungkin Tuhan pun tidak tega. Saat Cindy hendak menusuk mataku dengan jangka itu, kakinya tiba-tiba terpelintir. Dia terjatuh ke lantai dan matanya terbentur tepi trotoar yang tajam. Wajah dan matanya terluka. Jika kornea matanya tidak segera diganti, dia lama-lama akan buta permanen. Saat Ayah mendengar kejadian itu, dia langsung menarik kesimpulan bahwa akulah yang menyakiti Cindy. Aku bahkan tidak terkejut.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pedang itu tidak mengarah ke leher Raisa, melainkan menyayat lengan kirinya dengan gerakan presisi. “AAARGHH!” Jeritan Raisa menggema di ruangan, melengking hingga membuat beberapa tamu bergidik. Darah merah segar memancar, jatuh bercipratan di lantai, warnanya kontras dengan aura hitam yang masih berdenyut di udara. Bau darah menusuk hidung semua yang hadir. Raisa terhuyung, hampir jatuh, tangannya refleks menekan luka yang menganga. Matanya penuh ngeri, bibirnya gemetar tanpa bisa membentuk kata-kata.
1052.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Aku merasa sia-sia atas semua pengorbanan yang kuberikan selama belasan tahun ini. Ketika akhirnya ia lelah berteriak dan terengah-engah, aku mengangkat tangan. “Plak!” Sebuah tamparan nyaring menggema di seluruh ruang tamu.
13.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai tangan di sayat berdarah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status