Hadiah Kelulusan dari Ayah Angkat
Sambil berkata begitu, dia melepaskan genggamannya pada tanganku, lalu menggenggam jari-jariku erat-erat.
Jari-jarinya panjang dan kuat, telapak tangannya kering dan hangat, dengan lapisan kapalan tipis, menggosok telapak tanganku, membuat geli dan kebas.
"Tanganku bagus nggak?" Dia mengangkat tangan kami yang saling bertautan ke depan wajahku.
Aku mengangguk tanpa sadar.
"Kamu suka?"
Aku mengangguk lagi.