PELAKOR KAPOK
Brak!
Pintu di dobrak begitu kencang. Yang mengejutkan ternyata di luar ada bos dan istrinya. Ada Mas Raka dan Maya. Aku yang terkejut, mendorong tubuh Lengga hingga tersungkur. Tidak ada yang bisa kukatakan untuk mengelak, mereka telah melihatnya sendiri. Lengga sibuk memakai pakaiannya, dan aku menutup tubuhku dengan selimut. Tubuhku bergetar, ada rasa takut dan campur aduk. Tangis tidak dapat lagi terbendung. Mas Raka membawa batu besar dan melemparkan tepat mengenai tubuh Mas Lengga. Sepasang orang tua dan aku berteriak bersamaan. Tidak, batu itu tidak mengenai tubuh Lengga, tapi mengenai kepala bagian belakang hingga
mengeluarkan darah segar.