Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kebanyakan punggawa misi tidak melaporkan hal-hal remeh seperti jejak kaki. Kalau pun ada, pasti tidak melapor—kecuali mereka bisa menemukan sesuatu yang lebih berarti—maksudku, andai ada bukti lain soal keberadaan pemilik jejak kaki itu, punggawa misi baru melapor.” “Hm,” aku mulai berpikir lebih keras dari sebelumnya, “jejak kaki, ya.” “Mungkin berhubungan dengan dinding yang kau temukan,” tebak Tara. “Aku juga berpikir begitu. Tapi sulit menemukan korelasinya,” kataku. “Mudah saja. Reila, ke arah mana jejak kaki itu hilang?” tanya Tara. “Bukannya sudah kubilang? Tengah sungai.”
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Di sana, di antara puing-puing, ia menemukan jejak kaki yang jelas. Itu bukan sekadar tapak fisik, tetapi jejak Prana yang ditinggalkan oleh Dewa Maut saat ia melangkah. Jejak itu memancarkan panas yang ekstrem (Kala Geni), tetapi di sekelilingnya, ada lapisan kelembapan yang dingin (Air). Itu adalah Tapak Kala Geni yang dilebur dengan Air. “Dia menuju puncak,” kata Anggrawati, nyaris berbisik. “Dia tidak hanya mendaki. Dia berlari. Dia tidak membuang waktu untuk jebakan. Dia bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa kita bayangkan.”
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
PERJAKA MENIKAHI JANDA

PERJAKA MENIKAHI JANDA

"Bentar Yah." Tangan Nisa mengelap mulutku yang terlihatnya ada sesuatu. Senangnya. Like dan komennya, ya.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

Jejak kaki kecil yang dalam, menandakan beban tubuh yang bertambah berat atau langkah yang penuh tekanan. Jejak itu mengarah ke selatan. Ke arah hutan belantara yang liar dan penuh monster, jauh dari peradaban manusia. Aksara mencoba bangkit untuk mengejar, tapi tubuhnya menolaknya. "Ugh!" Aksara muntah darah hitam. Pandangannya berputar. Dunia menjadi gelap.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Jejak Kaki Lestari…Ia hanya ingin pergi. Lari dari tatapan menghina. Lari dari kemenangan di wajah Nyonya Besar. Lari dari Tora yang kini harus memilih antara dirinya dan orang tuanya sendiri. Kakinya membawanya menyeberangi halaman rumput yang basah oleh embun malam, menuju satu-satunya tempat yang terasa seperti miliknya di dunia yang luas ini: paviliun kecil di belakang vila.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

Ia melangkah keluar, kakinya yang gemetar menyentuh pasir yang hangat, menatap ke arah matahari terbit yang memberikan warna emas pada dunia yang baru saja ia selamatkan. Namun, saat Lilia berbalik untuk melihat sisa-sisa podnya, ia menyadari sesuatu yang aneh. Di pasir pantai, di samping jejak kakinya, terdapat satu set jejak kaki lain yang tampak masih segar, mengarah ke dalam hutan tropis di belakang pantai. Jejak kaki itu tidak berbentuk manusia sepenuhnya; ada pola geometris kecil yang tercetak di setiap langkahnya, identik dengan pola kristal di kaki Juan tadi.
438 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Mereka melangkah ke jalan pasar, menyisir kios demi kios, menandai tempat-tempat yang kosong, menempelkan potongan kertas kecil sebagai penanda. Pada satu kios buah kecil, mereka menemukan sesuatu yang berbeda: sekumpulan jejak kecil anak-anak yang menuju tembok tua di samping taman, berhenti pada sebuah titik, lalu… hilang. Tidak ada tanda langkah selanjutnya, seperti seseorang menghapus tali dari bawah trampolin. Di tanah, sebuah lingkar kecil terukir samar—sebuah motif spiral yang menyerupai gerak jam yang setengah dimakan.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

“Tempatnya bagus pak. Sejuk. Dingin malah…” “Ya. Lumayan untuk melepaskan stress…” kata Pak Hartono. Dia benar. Ini lumayan untuk sejenak lepas dari keruwetan rumah tanggaku. Kami berjalan melewati taman yang tertata rapi menuju pintu masuk utama vila. Jalan setapak dari batu alam yang tidak rata membuat langkah kami sedikit hati-hati. Di kiri kanan, semak-semak hijau yang terpangkas rapi dihiasi bunga-bunga kecil berwarna putih dan kuning. Air mancur kecil berbentuk cherub di tengah taman mengeluarkan suara gemericik yang menenangkan.
1033.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 846 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Jejak Cinta dari Berlin ke Christchurch

Jejak Cinta dari Berlin ke Christchurch

“Ahh I see, mungkin next time aku harus coba trip ke Jakarta. Jujur aku belum pernah kesana, aku hanya pernah ke Bali itu pun sudah lama sekali saat aku masih kecil bersama mom and Dad” “Ehh jangan, Jakarta tuh macet dan ramai banget kamu bisa stress di sana. Kekeh Nadya. Beda sekali dengan Christchuch, di sini jauh lebih tenang, damai dan tentu saja gak macet dan buat kamu stress”. “Ah really? It means that you love to stay here isn't it?” “Indeed, I love to stay here dan orang orang di sini juga ramah menurut ku, how about in germany?”
10962 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

"Jejak kijang. Masih segar." Kiran melihat jejak kaki yang tercetak di tanah lembab—tapak kecil dengan dua belahan yang khas. Ia mengangguk, mengikuti Skarfum yang kini bergerak lebih hati-hati, busur siap di tangannya.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai tapak jejak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status