Istri Kedua Kaisar
Pelayan Delia meletakkan papan catur di atas meja yang ada di antara kita.
"Kalau aku menang, kau harus berlutut di hadapanku dan mengakui bahwa aku lebih hebat darimu," kata Delia. Wow, langsung memasang taruhan. Baiklah, aku ladeni kau. Lagi pula aku tidak akan kalah dari bocah sepertimu.
"Kalau aku menang, berhentilah menggangguku dan jangan pernah menginjakkan kaki di sini lagi," kataku.