Gairah Liar Pembantu Lugu
Uap panas itu menyengat kulit Intan, membuatnya refleks menarik tangannya.
“Ups, maaf,” kata Bernard, matanya yang dingin menatap Intan, tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan. Itu adalah sebuah peringatan tanpa kata, sebuah ancaman yang jelas. Aku bisa menyakitimu kapan saja, di mana saja, bisik tatapan matanya, sebuah janji yang mengerikan. Intan hanya bisa mencengkeram cangkir tehnya, merasakan panasnya meresap ke telapak tangannya, menahan tremor yang ingin menguasai tubuhnya.
Hot Chapters