Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Atap

Satu Atap

Vira di sampingnya, sibuk pencet-pencet hp, padahal jelas-jelas layar hp-nya cuma di beranda doang. Tetangga mereka nyengir puas, tangannya disilangkan di dada. "Wihhh… nggak nyangka gue bisa dapet view spesial gini. Kalian berdua, satu lift, diem-dieman… tapi kok auranya manis banget, ya?" Rakha langsung mendengus. "Apaan sih, manis… manis apaan. Nih lift, bukan warung es teh."
795 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
Aku, Kamu & Buku Nikah

Aku, Kamu & Buku Nikah

Tongkat bergerak lebih cepat, harus berteduh dulu. Gedung di sebelah Nathanael Grup menghadap ke arah utara, belakangnya bisa untuk berteduh meskipun atapnya tidak lebar. Aku berteduh di sana dan menunggu hujan reda. Tanganku terulur, mencoba memahami kenapa hujan turun tanpa peduli orang-orang di bawahnya. Aku ingin seperti hujan yang bisa memberi tanpa meminta balasan. Andai tidak mengharapkan perasaanku dibalas Roan, mungkin sakit hati ini tidak akan pernah ada.
1043.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
PASUTRI MAGANG

PASUTRI MAGANG

Cahaya matahari pagi yang malu-malu mencoba menembus awan kelabu, memberikan sentuhan lembut pada dedaunan yang basah. Di ruang tengah, Athar asyik dengan acara televisi yang sedang ia tonton. Suara tawa dan dialog dari layar kaca mengisi keheningan pagi, menciptakan suasana hangat dan akrab. Sesekali, ia menyesap kopi hangat yang mengepul di cangkirnya, menikmati momen santai di akhir pekan.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Studio televisi itu dipenuhi cahaya lembut. Layar besar di belakang menampilkan tulisan: > “Perempuan-Perempuan di Layar Bubat” Cuplikan teaser berdurasi satu menit kembali berputar di layar — kabut pagi, kuda berlari, air mata Diva, tatapan Kirana yang menembus kabut, dan siluet Sadewo di depan tahta batu. Musiknya mengalun lirih seperti mantra, membawa penonton kembali ke suasana yang baru saja mengguncang dunia maya.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 458 kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
TETANGGA BARU

TETANGGA BARU

TETANGGA BARU (2) ***** "Uhukk uhukk!" Mas Adrian kembali terbatuk. Sepertinya dia tersedak. Wajahnya sampai kemerahan. Cepat kutuangkan air putih dan memberikan padanya. Mas Adrian meneguk habis air putih yang kuberikan. Dia mengusap-usap tenggorokannya. Lalu berdeham beberapa kali. "Hati-hati makannya, Mas."
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

Aroma lavender dari diffuser otomatis memenuhi ruangan, memberikan sentuhan relaksasi di udara. Setelah mandi, Rendy mengambil remote kecil dari meja samping tempat tidur dan menekan tombol. Segera, tirai hitam tebal menutup seluruh jendela, memadamkan cahaya dari luar, dan di langit-langit, sebuah proyektor menyala, menampilkan pemandangan bintang-bintang di atas. Ia berbaring di atas kasur yang empuk, merasakan setiap serat kain menyentuh kulitnya dengan lembut.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Sang Mantan

Dekapan Hangat Sang Mantan

Kadang-kadang, dia duduk di balkon apartemen untuk menghirup udara pagi yang masih dingin, membiarkan sinar matahari menyentuh kulitnya yang mulai kembali berwarna, sambil menikmati secangkir teh hangat yang Susan siapkan. Mata yang selama berhari-hari hanya memantulkan kekosongan yang dalam, kini mulai berbinar dengan cahaya yang berbeda. Bukan cahaya kebahagiaan, karena dia belum cukup pulih untuk merasa bahagia. Tapi cahaya tekad. Tekad yang tumbuh perlahan tapi pasti, seperti tunas kecil yang memaksa dirinya menerobos tanah kering yang retak, mencari jalan menuju cahaya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
The Mafia's Deceptive Bride

The Mafia's Deceptive Bride

Perasaan dingin dan kebas jauh lebih berguna daripada ketakutan. “Inilah kecepatan perang. Nomar Baru tidak punya waktu untuk belajar di buku. Anda harus menyerap. Angkat kepalamu! Tatapan Anda harus sedingin tembakan pertamamu!” balas Atlas, memaksa Alana melihat ke atas.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
Satu Atap dengan Pria Dingin

Satu Atap dengan Pria Dingin

Ia berdiri dengan cepat, sengaja menghentakkan kakinya keras-keras, lalu melangkah keluar menuju area taman samping rumah untuk mencari udara segar sekaligus mendinginkan kepala. "Dasar kulkas rusak! Beruang kutub! Untung aku masih berperi kemanusiaan, kalau nggak udah aku racun pakai garam satu kilo biar dia tahu rasa," omel Avena sepanjang jalan di taman. Ia berkacak pinggang, menatap tanaman-tanaman hijau yang tampak rimbun. "Nenek, cucumu ini menikah sama manusia atau patung semen, sih? Heran banget, hemat kosakata banget kayak bayar pajak per huruf."
10866 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai tatapan teduh
Baca
+Pustaka
Pendekar dari Lembah Sepuluh Iblis

Pendekar dari Lembah Sepuluh Iblis

Jing Wu memandang sekeliling dengan campuran rasa kagum dan cemas, sementara Pertapa Shan terlihat sangat bersemangat. “Jing Wu, lihat ini!” Pertapa Shan menunjuk ke sebuah rumah besar dengan tirai merah menyala yang menggantung di pintunya. Sejumlah wanita cantik berdiri di depan, melambai ramah kepada siapa pun yang lewat. “Inilah yang disebut surga dunia!” Jing Wu mengerutkan kening. “Guru, apa kita harus berhenti di sini? Bukankah tujuan kita melatih jurus baru di tempat yang tenang?”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai tatapan teduh
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status