Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Li Yuan mengernyit. “Jenis teh apa ini? Mengapa aromanya tidak seperti teh wangi biasanya?” Mo Yifei terkekeh kecil. “Apakah aromanya begitu tidak enak?” ia melihat Li Yuan mengangguk. “Ini adalah teh pu-er tua. Meski warnanya pekat dan aromanya seperti tanah, namun rasanya sangat ringan. Aku cukup menyukainya.”
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 371 Times as tea pai
Read
+Library
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

ucap Louis seraya melempar bokongnya ke atas sofa dan bersandar di sana tanpa tongkat billiarnya. Ketika Pete dan Ian mengembalikan tongkat billiar ke tempatnya, Dan menjawab, "Ada banyak rasa teh yang bisa dicicipi di sini. Ada blueberry, rasberry, ginseng, green tea, green tea dengan lemon, green tea dengan lemon dan madu, jahe tanpa madu, vanilla almond, white truffel, blueberry chamomile, vanilla walnut, dan masih banyak lagi. Pilih kesukaanmu."
103.7K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as tea pai
Read
+Library
Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Di atas meja, cangkir-cangkir giok diisi teh hangat oleh para pelayan. Mu Fei menuangkan sendiri teh untuk Chun Mei. “Ini teh Da Hong Pao terbaik. Diseduh khusus untukmu.” Chun Mei menangkup cangkir dengan kedua tangan. Dia menatap cairan teh yang bening, seakan memeriksa pantulan wajahnya. Perlahan, dia mendekatkan cangkir ke hidungnya, dan dalam sekejap, saat dia mengangkat cangkir lebih tinggi, jarum perak tipis di balik lengan bajunya meluncur halus ke permukaan teh.
1069.9K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as tea pai
Show Reviews (25)
Read
+Library
Nissa Salsabila
makasih kak thor untuk bab 260 nya. ini yg saya tunggu dari lama. ruang kaisar bersantai dengan ratu chun. biar terasa bucin nya kaisar :) selalu selipkan d setiap bab keromantisan kaisar dan ratunya ya kak. :)
Emaknya Trejo
meskipun aku agak kemusuhan dengan dirimu thor tp i luv u pull lah,makasih ya udh bkn novel sebagus ini,,yah walaupun sebagian ada yg bilang bertele-tele tp bagiku ini salah satu novel terseru yg pernah aku baca!!sekali lg mksh ya author
Read All Reviews
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

senyum dengan menyiratkan sesuatu yang hanya dia sendiri yang tau akan artinya. Sumi berjalan menjauh dari rekan kerja dan juga Tio, ia menjauh sampai benar-benar tidak terlihat oleh para rekannya. Sumi mulai mengeluarkan alat untuk membuat kopi, ya Tio memang sudah biasa meminta untuk dibuatkan kopi kepada sumi. Bahkan hanya Sumi yang tau selera minuman untuk Tio. Tidak ada yang curiga akan pembuatan kopi yang sedang Sumi lakukan namun, tak sedikit juga model wanita yang melirik kemana arah Sumi melangkah jauh bahkan hanya untuk membuat kopi.
10663 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as tea pai
Read
+Library
TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

“Tuan. Silahkan di nikmati tehnya. Seperti yang sudah Tuan minta. Kami menggunakan daun teh yang biasa digunakan oleh Nyonya Renata. Juga takaran yang biasa dipakai nyonya.” Frederico melirik ke arah Paman Matsumoto lalu dia tersenyum sekilas. “Saya permisi, Tuan.” Paman Matsumoto undur diri setelah pelayan meletakkan teh di meja di depan kami. Ada lima cangkir teh juga satu teko teh. Kulihat uap panasnya masih mengepul, aromanya persis seperti teh yang kubuat.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as tea pai
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Dalam kepalanya sekarang hanya ada satu, yakni Alsaki Mahendra bisa kembali seperti biasanya. Bukan sebuah kebetulan, jika konter ini memang difasilitasi sedikit ruang sempit untuk tempat membuat kopi dengan air dispenser. Jemari lentiknya dengan cepat mengambil mangkuk dan menakar air panas juga dingin. Lalu mengambil kain cuci tangan yang masih bersih. Setelahnya kembali lagi ke ruangan sang pemilik konter.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as tea pai
Read
+Library
The Caliph

The Caliph

“Apakah ini waktu yang tepat untuk sedikit selingan?” Malikha muncul dari balik pintu membawa dua buah cangkir dan sebuah teko. “Mungkin ini bisa mencerahkan pikiranmu.” Katanya lagi. “Oh, terima kasih. Apa yang kau bawa itu?” tanya Rais. “Racikan daun teh yang diambil dari pegunungan. Aku menyukainya sejak pertama kali ia menyentuh lidahku.”
9.75.3K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as tea pai
Read
+Library
Dalam Pelukan Sang CEO

Dalam Pelukan Sang CEO

pinta pelayan laki-laki itu. Sarah mengangguk dengan tersenyum. Pelayan laki-laki itu menuangkan secangkir teh untuk Sarah. "Ini adalah teh Aikokuseicha, teh yang sangat terkenal di Shinjuku. Teh ini sudah mendunia dan juga menjadi teh favorit anggota keluarga kerajaan dan para tentara," ucapnya menjelaskan.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 617 Times as tea pai
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Untuk itu, dia selalu memilih teh atau matcha. "Matcha Frappuccino satu" Pesan Naomi. "Kamu ingin membeli cheese cake juga?" Tanya Tia yang telah bergeser ke etalase kue. "Ya, aku ingin mencobanya." "Cheese cake tiga" pinta Tia.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as tea pai
Read
+Library
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

"Eh, iya! Maaf ya, Pah. Aku lupa kalau kaki kamu masih sakit karena terlalu seneng kamu udah balik dari hutan." Pram mengusap kepala Tari, lalu menunjuk ke arah buah pepaya kuning yang sudah ia letakkan di meja kayu. "Sana, kamu kupas gih pepayanya, Mah. Biar kita dapet vitamin. Apa mau Papa aja yang kupas pepaya kamu pakai mulut?" Mendengar godaan frontal itu, Tari berjingkat kecil dengan gerakan centil, memperlihatkan bulatan belakangnya yang kenyal bergoyang indah saat ia melangkah menuju area cuci piring.
1062.5K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as tea pai
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status