Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

sahut si Dewi lagi. "Iya tapi itu teh 'kan kalau di kota Dewiii, beda atuh sama di desa." Ibu mertua makin geram. "Ya bedanya apa sih, Bu? Orang sama aja, desa ini walaupun terpencil dan ada di pedalaman, tapi lihat aja, masyarakat dan teknologinya udah maju banget, internet, kendaraan dan bangunan-bangunanya pun udah kebanyakan ngadopsi kehidupan kota, jadi jangan kaget kalau harga tanah di desa juga ikutan mahal," kata si Ratu lagi.
9.9194.5K viewsCompletedAdded to Library 7.0K Times as teh desa
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Di depannya, para tetua desa, pengawas pasar, guru utama, dan perwakilan industri duduk melingkar. “Hari ini,” ujar Raka membuka suara, “kita tidak lagi menjadi desa terpencil yang dilupakan. Kita telah menyamai kadipaten dalam hal pertahanan, menyamai kota madya dalam perdagangan, dan bahkan mulai melebihi mereka dalam hal pendidikan.” Ruangan hening. Semua menunduk dengan rasa bangga dan haru.
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 372 Times as teh desa
Read
+Library
Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Katanya, teh itu menyegarkan pikiran dan sangat nyaman diminum. "Iya, ini teh itu," kata Jesse sambil menyeduhkan teh untuk Ryan. "Di sekitar Kabupaten Tosa, teh seperti ini ada di mana-mana. Namanya Teh Jarum. Karena teknik penanamannya belum matang dan jumlah teh liar di pegunungan terbatas, namanya tidak terlalu terkenal. Tapi, ini benar-benar barang bagus! Banyak orang kaya sampai menyetir sendiri ke pegunungan untuk memetiknya. Sepertinya putri tokoh besar itu juga datang untuk memetik Teh Jarum." "Oh," Ryan mengangguk dan mengangkat cangkirnya, lalu meminum seteguk.
10108.1K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as teh desa
Read
+Library
Ketika Perjaka Terpikat Janda

Ketika Perjaka Terpikat Janda

Kebiasaan kami di sore hari, mengobrol sambil menikmati teh. "Sayang, Alhamdulillah ya, program desa sudah mulai jalan. Tak terasa, besuk sudah peresmian," ucapnya sambil menyesap teh. "Mau ke mana?" ucapnya dengan menarik tanganku. "Ke toilet, Mas." "Jangan lama-lama, ya!" "Lama! Nanti aku kirim surat!" selorohku meninggalkannya. Pergi ke toilet saja di tanya.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 570 Times as teh desa
Read
+Library
Merebut Suami Pelakor

Merebut Suami Pelakor

“Ah, nggak juga. Nanti kita bisa makan tiap hari. Jangankan makan tiap hari, kita bangun usaha kayak gitu juga bisa.” “Wah, gimana caranya, Teh?” “Makanya kita cepetan ke rumah Teh Desy, nanti saya jelasin di sana.” Mirna luar biasa bahagia. Bokong bahenolnya mengentak-entak menyusuri jalanan menuju rumah Teh Desy diekori oleh Teh Kokom. Para tetangga yang menjulidinya ‘punya rumah dan emas’ hasil morotin besan akan dia bungkam dan lemparkan uang bergepok-gepok ke muka mereka.
1064.0K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as teh desa
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Nyatanya, semuanya hanya sebagai alat pemuas nafsu, alat pemuas ego manusia akan pangkat dan derajat di mata manusia lain. Kali Asin adalah desa tanpa teknologi megah Dewan Kota. Desanya sederhana, hampir sama dengan desa yang dikatakan sebagai tempat teraman, yang beberapa hari lalu kami tinggalkan.
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 349 Times as teh desa
Read
+Library
Restu untuk Pernikahan Kedua Suamiku

Restu untuk Pernikahan Kedua Suamiku

tanya Desi. "Astagfirullah, memasukkan apa maksud, Ibu?" "Kok kaget gitu? Ya masukkin gula sama teh, memang apa lagi?" ucap Desi polos. Ia langsung mengambil alih nampan berisi teh, lalu membawanya ke depan. "Kok ibu jadi gitu ya? Berasa kayak nuduh aku?" batin Clara sensitif.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as teh desa
Read
+Library
Perjanjian Dua Akad

Perjanjian Dua Akad

Sebuah kabupaten yang terkenal dengan hamparan tanaman teh yang menghijau indah. Aluna tiba di sebuah desa di kecamatan Pangalengan. Ia tak tahu persis di mana rumah Haura, ketika ia memasuki jalan yang panjang, ia hanya melihat hamparan hijau perkebunan teh. Aluna memerintahkan sopirnya untuk terus melaju hingga ia bertemu dengan sebuah warung yang berada di pinggir jalan.
9.632.3K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as teh desa
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Seketika, kekosongan di sekeliling mereka beriak dan berubah. Pemandangan sebuah desa kecil yang damai muncul dari ketiadaan, begitu nyata hingga Dipasena dapat merasakan kehangatan matahari pagi di wajahnya dan mencium aroma tanah basah sehabis hujan. Di kejauhan, ia melihat sebuah rumah sederhana dengan taman bunga yang terawat baik. Rumahnya. “Untuk apa membentuk sebuah desa?” tanya Dipasena dingin, walau sebagian dari jiwanya bergetar melihat pemandangan itu. “Tidak ada seorang pun di sini untuk Kau siksa.”
102.7K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as teh desa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status