Terjerat dalam Kecanduan Cinta
Dia tahu bahwa saat ini Sherry tidak hanya membutuhkan seorang pendengar, tetapi juga pengertian dan toleransi.
Oleh karena itu, dia menemani Sherry dalam diam dan tidak menghentikan luapan emosinya. Hanya sesekali menepuk punggungnya dengan lembut, memberikan kenyamanan tanpa berbicara.
Seiring berjalannya waktu, emosi Sherry tampaknya tidak mereda karena pengaruh alkohol, malah makin intens. Dia tiba-tiba berhenti mengumpat, beralih ke nada hampir memohon, berulang kali bergumam, "Aku ingin Farel memelukku ...." Kata-kata ini, seperti keinginan terdalam di hatinya, juga merupakan panggilan paling tidak berdaya saat ini.
Hot Chapters