Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teka-Teki Gadis Terkutuk

Teka-Teki Gadis Terkutuk

"Ambil saja, aku tidak membutuhkan itu, semua uangnya akan kuberikan padamu. Menang ataupun kalah." Ray menyetujui permintaan bodoh tersebut dan menambahkan," Aku bertaruh bahwa kau akan sangat kesulitan kali ini. Meskipun kamu seorang Rhunis berbakat, tapi Jumlah semut di sana sangat banyak, bahkan aku saja akan kesulitan menghadapinya sendirian," jelas Ray, seraya membaringkan tubuhnya diatas kasur yang beralaskan daun.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

tegasnya, aku merutuki kebodohanku. "Sejak itulah, Wa. Aku udah gak mau lagi ikut campur masalah rumah tangga kamu," sambungnya mempertegas, kalau dirinya pernah mengingatkan aku. "Aku memang bodoh, Mas, hiks," tangisku, sesak. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. "Udahlah, Wa." Mas Nirwan menenangkan aku. "Percuma juga kamu tangisi. Semua sudah terjadi."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Jebakan Kemenangan

Jebakan Kemenangan

Aku dengan tegas mengungkapkan fakta tersebut, yang memang sudah kusiapkan untuk menjebaknya. Wajah Boga langsung berubah pucat, dia menggenggam tinjunya dan menjawab dengan suara berat, "Produk kami mewakili teknologi baterai tercanggih di industri ini, nggak akan ada masalah! Melihat kepanikan yang jelas di wajahnya, aku tidak bisa menahan senyuman kemenangan. Selanjutnya, aku menjelaskan secara rinci tentang potensi bahaya keamanan tersebut dan ruangan pun langsung ramai dengan perbincangan, semua orang terkejut.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Om Bara

Istri Kedua Om Bara

Buku-buku berserakan dan wajah mereka tampak lelah setelah seharian belajar untuk ujian minggu depan. "Mama!" seru mereka secara bersamaan. “Hei, sayang,” Keira memaksakan senyum, berusaha menahan rasa cemasnya. “Sudah sampai mana belajarnya?” “Matematika susah, Ma,” keluh Aurora sambil menunjukkan buku catatannya. Sabiru mengangguk setuju. “Iya Ma, apalagi soal pecahan.” Keira duduk di antara mereka, membantu menjelaskan soal-soal yang sulit. Sesekali melirik melirik foto keluarga besar yang terpajang di dinding ruang keluarga.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Kami mulai membahas pelajaran Matematika yang menurut Bran terlalu rumit. Gue mulai membahas dari bab pertama buku pelajaran semester dua Matematika. Setelah menjabarkan bagaimana cara memecahkan soal-soal, Bran diberikan soal latihan agar bisa tahu sejauh mana dia menyerap apa yang telah disampaikan tadi. “Sekarang lo kerjakan ini deh.” Gue menyodorkan photo copy soal-soal. Mata sayu Bran melebar waktu dikasih lembaran berisikan dua puluh soal. “Ini harus gue kerjakan semua, In?”
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

bisik Linda merasa kesal pada Malati. Salah satu guru Matematika dari sekolah menengah atas lain ikut bergabung dengan mereka. Seorang pria bersurai hitam legam berkata, “Um, Matematika itu pelajaran yang sangat ditakuti oleh para siswa kebanyakan. Bagaimana menurut Anda Bu Mira? Bagaimana cara Anda mengubah persepsi itu? Terutama di hadapan para murid yang seringkali menciut sebelum memahami materi Matematika,” “Pendekatan Pak! Saya melakukan pendekatan pada mereka. Dan, jika mereka tak paham dengan pendekatan Logika maka saya menggunakan pendekatan kalkulus.”
1042.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Yang membuatnya menyukai matematika bukanlah betapa mudahnya dia bisa mengerjakan soal-soal yang ada, tetapi dia suka dengan kesulitan yang dihadapi saat bisa menyelesaikan persoalan yang diberikan. Bu Tamara kembali menyerahkan dua buku tentang teori angka pada Adhira. Buku itu lebih tua dari usianya. Tampaknya setelah ini, dia akan menghabiskan waktu di gudang untuk mengerjakan persamaan tak terhingga ini.
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Stuck With Mr. Devil

Stuck With Mr. Devil

"Matematika itu mudah kok kalau kamu sudah paham memecahkan rumusnya. Sama seperti bermusik, saat kita sudah mengerti memainkannya, semuanya jadi terasa mudah 'kan? Tapi, bermusik dan matematika itu perlu belajar yang tekun supaya bisa mahir." Nevano mengembuskan napas. Bibirnya kembali cemberut. "Ayolah, kamu pasti bisa. 'Kan ada Bunda di sini yang akan bantu kamu, atau kita cari guru tutor yang bagus. Biar kamu nggak kesulitan lagi sama matematika." Agnia mengusap lagi puncak kepala Nevano. "Dan papa itu pinter matematika loh. Kamu bisa minta ajarin papa nanti gimana caranya menguasai matematika."
1017.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Guru Killer

Menjadi Istri Dadakan Guru Killer

Ujian simulasi matematika berlangsung sudah hampir dua jam, dan Viera masih berkutat dengan soal nomor tujuh belas. Viera menggigit ujung pensilnya, kebiasaan lama yang selalu muncul saat dia gugup. Di kertas catatannya, berbagai rumus dan perhitungan tertulis tidak beraturan, beberapa dicoret, yang lain dilingkari. Soal seperti ini harusnya tidak sulit—Ian sudah mengajarinya berulang kali—tapi entah mengapa otaknya seperti terkunci. Ian.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

“Aku sediakan soal matematika.” “Kamu monster.” Arkana mendorong lembar latihan ke arahnya. “Kerjakan nomor satu sampai sepuluh.” Anindya melihat sekilas lalu memegang dada. “Ini percobaan pembunuhan.” “Itu aljabar dasar.” “Itu teror.”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai teka-teki matematika menjebak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status