DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU
sahut Gilang.
Geram rasanya Sekar diremehkan. Andai tak kenal karakter suaminya, sudah dibecek-becek dengan centong nasi yang kebetulan dipegangnya. Namun, sayangnya, apa yang diucapkan suaminya benar. Jadi, sebaiknya dia memilih menahan diri.
“Eh, aku bukan nanya itu, Mas. Kalau perkara persiapan pernikahan, acara resepsi, lamaran, rias penganten, undangan, mah semuanya kecil.”
Hot Chapters