Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

Matanya melotot sambil bibirnya cemberut. "Orang cuma makan, apanya yang dosa? Halal kan, Pak?" tanya Farah tanpa dosa. Dia menoleh ke arah bapak XL sambil mengacungkan tempe goreng. "Halal, dong, masa tidak halal," jawab bapak XL turut menggoda.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai teks kullul qulub
Baca
+Pustaka
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Di napas yang tersisa Sayup terucap doa 'Ku takkan hidup selamanya Namun tak pernah siap berpisah Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Kita…. Kita….
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai teks kullul qulub
Baca
+Pustaka
Unfree to Fly

Unfree to Fly

Ucap Tessa sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya. "Umh ... Anaknya gimana?" "Siapa?" "Quitta." Tessa memandang Kevlar dengan curiga, perasaannya mengatakan ada sesuatu yang aneh dengan Kevlar. "Perasaan dari tadi Kakak nanyain Quitta terus deh ... " ucap Tessa menyuarakan keheranannya. "Emang kenapa?" Tanya Kevlar tanpa dosa, pandangannya tak beralih dari jalan menghindari tatapan Tessa.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai teks kullul qulub
Baca
+Pustaka
Kulepas Kau Dengan Ikhlas

Kulepas Kau Dengan Ikhlas

ucap mama menenangkanku. TBC
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai teks kullul qulub
Baca
+Pustaka
Menantu Kuli

Menantu Kuli

Ia berhenti sejenak di dekat Willy dan berkata pelan, namun cukup keras untuk menusuk hati. “Jangan lupa, kuli,” katanya dengan nada penuh ejekan. “Di rumah ini, kamu cuma figuran. Jangan pernah berharap lebih.” Keenan berlalu sambil tertawa kecil, meninggalkan Willy yang hanya bisa menarik napas panjang untuk meredam emosinya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai teks kullul qulub
Baca
+Pustaka
Kulamar Kau Dengan Sedotan

Kulamar Kau Dengan Sedotan

Dia tak merasa bersalah telah mengganggu Rena yang sedang ingin sendirian. “Kamu apa kabar?” tanya Rendy mengalihkan pembicaraan. “Baik.” “Masih deket sama Laura dan temen-temen kamu yang dulu?” “Masih.” “Gimana kabar mereka?” “Baik juga.” “Kalian masih suka main bulu tangkis?” “Masih.” “Biasa main di mana?” “Lapangan bulu tangkis.” “Renaaaaa…” “Hmmm.”
1.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai teks kullul qulub
Baca
+Pustaka
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Gurun Sonoran, Meksiko “Wah, waktunya piknik, pal,” terdengar suara Tex dari ponsel. “Senang sekali mendengar suaramu!” kata Khaled. “Hai, Khaled,” suara Kenny menyela. “Terima kasih sudah datang, teman-teman,” kata Khaled. “Aku tahu mendapatkan persetujuan itu pasti tidak mudah.” “Eh… ya,” kata Tex. “Apa sitrep-mu?”
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai teks kullul qulub
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status