PEMBALASAN DEWA MAUT
Permukaannya yang semula padat dan keras, kini mulai meleleh dengan cepat, berubah menjadi cairan merah kental yang mendidih.
Cairan itu melebur dengan kulit telapak tangan Dipasena.
Rasa sakit yang menyerang Dipasena melampaui segala siksaan fisik yang pernah dia rasakan.
Itu bukan hanya rasa panas; itu adalah rasa api yang merangkak naik, menembus kulit, membakar daging, dan membakar tulang.
"Aaaah ....!!!"
Dipasena menjerit, suaranya parau, tenggelam dalam kehampaan hutan.
Hot Chapters