Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ifat

Ifat

Bab 32: Di Mana Kamu Bersembunyi? “Nama lengkapnya?” “Joni Purba, Mas.” “Oke, Joni. Mau nyanyi lagu apa kamu?” “Kau Cantik Hari Ini, dari Lobow.” Mendengar jawaban Joni itu, Mas Irwan segera mengangkat kepalanya dari meja. “Kamu tahu, tidak? Hari ini saya sudah SEBELAS kali mendengar lagu itu! Bisa lagu yang lain?”
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai tell me lirik
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Alisa sontak menggigit bibir bawahnya, ia khawatir sekaligus takut kalau-kalau semua lirik yang dinyanyikan oleh kakak kelasnya yang badung itu ternyata benar semua. “Kail dan jala cukup untuk menghidupimu. Tiada badai, tiada topan kau temui ...” Dada Alisa berdebar-debar. Semakin resah saja dirinya mendengar lirik yang dinyanyikan Andika itu, yang ternyata benar. Mendekati benar semua. “...Nana nana nana nana...” Otak Andika berusaha untuk mengingat. Akan tetapi, ia tetap tidak bisa mengingat baris terakhir lirik lagu itu.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

“I noraeneun haegeum, ollata bwa jigeum, bokjak deuneun rideum eojjeomyeon, i ttohan tto dareun haegeum.” “Apa kau sedang mengejekku?” tanyaku sembari menyipitkan mata, tak mengerti apa yang ia ucapkan. “Bapak belum tahu?” Lagi-lagi aku menggeleng. “Oh, tunggu! Saya akan menyebutkan sebait lirik. Ini terkenal banget loh, Pak." Ia kembali mengambil posisi seperti tadi, mengepalkan tangan dan mengarahkan ke depan mulut. “Yeah Daechwita daechwita ja ullyeola daechwita.”
1017.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

tanya Rindu dengan nada khawatir. Topan menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan Rindu. Ia tahu bahwa temannya itu tidak akan puas dengan jawaban yang seadanya. "Aku hanya ingin menikmati masakan yang ada di rumah. Kamu tidak usah cemas, aku baik-baik saja," ucap Topan dengan tegas. Namun, Rindu tampak kecewa dengan jawaban Topan. "Tapi... aku kan tadi sudah bilang, kalau aku mau traktir kamu," ucap Rindu dengan nada kecewa.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

~Soundtrack Dimulai~ Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa untuk selamanya Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa sepanjang usia Hingga tiba saatnya Aku pun melihat Cintaku yang khianat Cintaku berkhianat Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Aku tenggelam dalam lautan luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa untuk selamanya Namaku cinta, ketika kita bersama Berbagi rasa sepanjang usia Hingga tiba saatnya Aku pun melihat Cintaku yang khianat Cintaku berkhianat O-o-o-o-oh ... O-o-oh ... Menepi Menepilah Menjauh Semua yang terjadi
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Hilang Selamanya Dari Hatiku

Hilang Selamanya Dari Hatiku

Ada bekas terbakar kecokelatan di amplop itu, ada dua tiket yang sudah kadaluwarsa di dalam. Di kertas kecil yang terlipat, tertera tulisan tangan Risma yang indah. [Rina, beranilah sedikit sepertiku. Dengan begitu, kamu akan bahagia.] Sinar dalam tatapan Dennis menjadi redup. Dia meraih surat itu, lalu menatapku dengan ekspresi tak percaya.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

lirih Nayara. Nayara menatap malam yang begitu gelap, dia harus menempuh perjalanan sejauh tuju kilometer dari rumah sakit ini ke kontrakannya di malam selarut ini. Nayara bahkan tidak punya uang untuk memesan angkutan umum. "Naik ke mobil!" Nayara tersentak, itu suara Alvano. Jantung Nayara mendadak berdegup kencang, bisa dikatakan Nayara trauma dengan suara yang dulunya sangat ia sukai.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Ustaz Tampan

Mengejar Cinta Ustaz Tampan

Gadis itu kembali fokus dengan lirik berikutnya. Percayalah semua ini takkan berujung lama Kita akan berdua tanpa terganggu oleh dosa Walau kau berharga Sekarang bukan waktu untuk berdua Decak kagum keluar di sela bibir tipis Dian ketika bait terakhir selesai dinyanyikan. “Gila ini bagus banget, Syuk. Kok gue nggak pernah dengar sih?” “Kurang booming aja sih, Kak. Tapi liriknya dalam banget loh.” Syukria semringah. “Lagu kesukaan kakakku nih!”
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Lirik demi lirik berbahasa Sasak didendangkan oleh suara perempuan itu sambil memainkan gemericik air yang jatuh dari pancuran tempat pendaki biasa mengambil air. Lirik tersebut memiliki arti, Saya buka pergi nyawa Turun roh nyawa … Silahkan datang serahkan nyawa … Turun gunung menangis sedekah nyawa. Setiap lirik nyanyian aneh itu sungguh membuat mereka bergidik ngeri. Tak ada satu pun dari mereka yang pernah mendengar itu sebelumnya. Ssrrk! Ssrrk! Ssrrkk!
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Naira menatap Lira dengan tatapan tegas—seolah tahu waktu mereka hampir habis. “Cepatlah, Lira. Dunia sedang menunggu kalimat pertamamu.” Lira menggenggam pena cahaya yang muncul di udara, lalu menatap halaman emas di tangannya. Tangan kecilnya bergetar, tapi matanya tak lagi ragu. Dengan napas tertahan, ia menulis satu kalimat pertama yang keluar dari hatinya: “Tidak ada gerbang yang benar-benar tertutup bagi jiwa yang ingin pulang.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai tell me lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status