Antara Dilema & Cinta
"Yah terserah kamu. Tapi ingat, karyawan lainnya sudah sering kali melihat kalian bersama, kalau tiba-tiba menjauh nanti, bukannya akan jadi gosip?"
"Iih, udah-udah sana. Pulang sana. Aku nggak butuh saran kamu,"
Terdengar suara sesenggukan dari balik selimut.
"Baiklah, saya pulang. Jika nanti kamu butuh tempat curhat, telepon saja. Atau besok jika minta ditemenin, kabarin aja. Saya harap kita bisa jalan bertiga. Seperti dulu saat kita masih berteman. Kamu, saya, dan Eric. Selamat malam ya!"
Hot Chapters