Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Hutang Mr. Arogant

Terjerat Hutang Mr. Arogant

Laila pikir kenapa ia harus peduli, laki-laki pemaksa itupun bahkan tidak pernah peduli padanya sedetik pun. Malik celingukan mencari tempat tidur yang pas untuknya. Tidak ada sofa bed yang bisa ia tiduri. Hanya ada ranjang berukuran 160x200 di kamar itu. Yang artinya Laila memang harus berbagi ranjang dengannya. “aku tidur dimana?” tanyanya. “terserah..” jawab Laila.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Soul Contractor

Soul Contractor

Tambah Ragil kepada Malvic yang sekali lagi hanya di tanggapi dengan anggukkan kecil "Terakhir ini bukan peraturan asrama, ini hanya peraturan ruangan ini, usahakan untuk jangan berisik! Terutama di malam hari, Silahkan Bersihkan sendiri tempat tidurmu kemudian itu adalah Laci pribadimu, di dalam nya seharusnya sudah terdapat berbagai perlengkapan" Ucap Yoseph yang sedari tadi hanya menutup mata dan terdiam sembari menunjuk sebuah Laci di samping tempat Tidur.
9.88.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Anak Suamiku

Menikah Dengan Anak Suamiku

Dia ingin malam itu memang malam yang benar-benar istimewa untuknya. Tidak lama mencari gunting itu, akhirnya dia bisa menemukannya di bagian bawah laci yang terselip di antara tindihan beberapa buku di dalamnya. Meskipun ukuran lemari itu sangat kecil, tapi tidak kemungkinan isi lacinya juga kecil. Laci itu sangat besar, hingga buku-buku novel yang besar pun muat masuk ke dalamnya.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Mertuaku Adalah Maut

Mertuaku Adalah Maut

"Mas, kasur di kamar kamu kan gak ada. Terus gimana? Kamu tidur dimana?" "Hmm ... tadi Hesti membeli kasur baru sewaktu perjalanan ke sini." "Mana? Aku tak melihatnya sama sekali, Mas. Yang kasur untuk bercinta itu?" tanya Laila sengit. "Gak. Matrass in the box. Masih ada di mobil." "Halah ... gayanya saja selangit, mau beli kasur khusus untuk bercinta. Padahal cuma beli kasur murahan." ejek Laila.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput

Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput

Ari terperangah saat Aya membawanya masuk ke dalam walk in closet yang lebih besar dari ruang kamar itu sendiri. “Kita tidur bareng dulu malam ini, kan? Kamar kamu belum siap banget.” Ari menoleh saat Aya mendekatinya dan membawakan sepasang baju tidur dan celana panjang dari balik salah satu pintu lemari. Dilihatnya lemari-lemari yang tertutup, lalu pada lemari kaca yang menampilkan tas-tas yang dipajang seperti di toko, lalu deretan sepatu di rak bawah yang beragam warna dan bentuk. Lalu di salah satu sisi terdapat cermin tinggi dan meja rias yang diatasnya penuh dengan peralatan make up.
999 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Setelah makan, He Chunhua mengajak Jiang Xi dan rombongannya untuk melihat dua kamar yang akan mereka tempati. Dua kamar tersebut sudah sepenuhnya siap, bahkan tempat tidur untuk anak-anak juga sudah diatur. Tempat tidur bertingkat tiga lapis dengan pengaman yang dipasang untuk memastikan anak-anak tidak akan jatuh meskipun mereka tidur dengan posisi tidak tenang. Bukan hanya Jiang Xi yang menyukai kamar itu, anak-anak juga langsung suka. Mereka bahkan langsung mencoba tempat tidur dan memilih posisi tidur masing-masing.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Terpaksa Tidur Dengan Atasan Bapak

Terpaksa Tidur Dengan Atasan Bapak

“Aku ... “ Azka menggantungkan kalimat. Dia bingung harus menjawab apa. Kamar Naura tak sama dengan kamarnya. Ruangan itu berukuran kecil dan hanya memiliki satu dipan. Tak ada sofa ataupun tempat lain yang nyaman untuk melepas lelah. “Kamu kenapa, Mas?” tanya Naura seraya bangkit lalu menyandar pada head board. “Aku ... apa aku boleh tidur di sebelahmu?” tanya Azka hati-hati. Dia tak ingin Naura tersinggung apalagi sampai salah paham.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Mengingatkanku pada kamar-kamar yang ada di lorong hotel desainnya. Mas Laksa mengajakku masuk ke dalam sebuah kamar yang paling ujung. Kamar dengan ukuran yang cukup luas ini, menampung satu buah tempat tidur dengan seprai warna krem, lemari pakaian, meja rias, dan sebuah meja kerja yang ditata di dekat pojoknya. Kaca tebal yang menjadi pembatas sisi luar yang menghubungkan ruangan ini dengan balkon, tampak masih tertutup tirai.
1092.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

Matanya menatap ke arah langit-langit kamar. “Pak Elric minta pisah kamar dariku. Harusnya gue senang kan. Tapi kenapa rasanya kayak disisihkan ya?” Lala berperang dengan isi kepalanya sendiri. Lala bangkit lalu menatap barang-barangnya. Baju mulai ditata ke dalam lemari. Skincare dan make up di tata ke atas meja belajar. Tak ada meja rias, hanya ada satu meja belajar dan kursi.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai tempat tidur laci
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status