Rayuan Maut Para Tetanggaku
Dari teras belakang, pemandangan membentang luas: hamparan sawah hijau basah, bukit-bukit hijau gelap yang diselimuti kabut tipis, dan di kejauhan Gunung Tangkuban Perahu menjulang megah dengan uap putih yang sesekali mengepul dari kawahnya.
Kami duduk di saung terbuka yang menghadap langsung ke lembah. Angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah basah dan daun pandan. Meja-meja lesehan dari bambu ditata rapi, diterangi lampu-lampu gantung dari anyaman rotan yang memancarkan cahaya kuning hangat.
Di sudut, seorang bapak tua memetik kecapi dengan lembut, nada-nada sunda mengalun pelan menyatu dengan gemericik air sungai kecil di bawah saung.