Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Dari lokasi Tiwi berdiri miring itu miring menukik yang menandakan bahwa kamar Tiwi saat ini berada di tempat yang lebih tinggi. Mungkin mirip seperti fila di puncak bukit yang dikelilingi oleh hektaran kebun teh. Hamparan tersebut in area persawahan yang sedang menguning oleh buliran padi. Sawah pun terlihat bak hamparan permadani berwarna emas. Setelah meletakkan sawah, berapa gundukkan bukit yang menjulang ke angkasa. Bukit itu bak mengelilingi area persawahan, seolah-olah area sawah sengaja dipagari dengan barisan bukit.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
SAYUR KENTANG LIMA RIBU

SAYUR KENTANG LIMA RIBU

“Wow!” Andin memandang takjub hamparan ladang yang terbentang dihadapannya. Kebun yang bersebelahan dengan sungai dan tepat berada di tepi jalan desa itu sedang ditumbuhi tanaman pepaya yang sudah berbuah. Jumlah pohon yang diperkirakan lebih dari seratus batang itu berjajar rapi serta buahnya yang lebat menjadi pemandangan menarik bagi Andin yang baru pertama kali melihatnya.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
BAYI YANG KUBAWA PULANG

BAYI YANG KUBAWA PULANG

Banyak orang berada di sawah untuk mempersiapkan lahan, mentraktor bahkan sudah ada yang mulai menanam. Selain mengandalkan sektor pertanian, penduduk kampung rata-rata beternak sapi. Hampir setiap rumah memiliki sapi entah itu milik pribadi atau hanya merawatnya dengan sistem bagi hasil. Seperti Pak Sarip yang saat ini mempunyai empat ekor sapi yang semuanya dibelikan oleh Andin. Itulah mengapa lelaki berumur lebih dari setengah abad itu sangat tak terima saat anak sulungnya di tuduh sebagai Ibu yang melahirkan Mora. “Zahra, tunggu!”
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

jawabku. Hari ini kelas 10 IPA 1 sedang praktek materi ekosistem. Aku sengaja membawa mereka menuju ke sawah penduduk yang jaraknya 10 menit dari sekolahan. Dalam praktek ini, kami belajar sambil bermain. Sesekali menyapa para petani yang sedang memanen padinya. Bahkan ternyata sebagian besar sawah disini milik abah Ilyas yang tengah dipanen dengan mempekerjakan penduduk sekitar. Saat sedang mengawasi kegiatan anak-anak. Segerombolan ibu-ibu menyapaku dan mengajakku ngobrol.
9.9125.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
DITALAK SETELAH AKAD

DITALAK SETELAH AKAD

teriak yang punya sawah. "Ya Allah, maaf Aji. Maaf," ucap Kinarsih terkejut dari lamunannya. "Aji sih, ngapain ngajak dia?! Kami berempat juga bisa kok selesaikan," potong Diana yang masih menyimpan dendam pada Kinarsih. Aji Mudin pemilik sawah itu tak menimpali sebab dia melihat wajah Kinarsih sudah tak enak. Ia takut, kejadian tempo hari terulang.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 649 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
MISTERI RUMAH ASHWABIMA

MISTERI RUMAH ASHWABIMA

Dipan lebar itu adalah perabot yang paling penting di sana. "Pak Bari mengajak aku kerja di peternakan sapi Ashwabima, Dik! Aku terima, ya? Gajinya bulanan!" Wajah Wikan menjadi cerah. Ia senang mendengar kabar itu. Siapa yang tidak tahu keluarga Ashwabima di kecamatan Karangjati ini? Mereka keluarga terkaya dan paling disegani. Perusahaan mereka banyak macamnya. Salah satu bidang usahanya adalah peternakan sapi yang punya ratusan sapi di dalamnya. Hampir seluruh tanah di kecamatan itu sudah jadi milik keluarga pengusaha itu. Tuan Nendra dan Nyonya Artiyah terkenal sebagai pasangan pemilik segala usaha Ashwabima. Mereka tidak punya anak.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

sapa Tuan Seno mengalihkan tatapan lelaki yang duduk di ujung bangku halte. Lelaki bertubuh jangkung yang tidak lain adalah Danil itupun menoleh. "Apakah kamu bekerja di perkebunan Sawit?" tanya Tuan Seno penasaran. Selain Tuan Seno adalah pengusaha otomotif, lelaki itu juga pemilik ratusan hektar perkebunan sawit di berbagai daerah di Indonesia. Danil mengangguk. Sedikit demi sedikit rasa kesal di dalam dadanya pun menghilang.
1061.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Istana Dengan 2 Ratu

Istana Dengan 2 Ratu

Airnya sangat bening dan sejuk. " Lihat, setiap sawah disini pasti ditanam Ikan, Ada lele, ada Nila, banyak lagi, kebanyakan Lele sih, aku dan pa Tatang akan datang setiap musim Panen untuk mengambil hasil pertanian dan peternakan lalu aku jual dikota, warga akan membawa hasil Panen mereka dan akan kami bayar terlebih dahulu, barulah kami Jual, kalau kebetulan harga sedang bagus, aku dan Pa Tatang akan membelikan makanan oleh-oleh untuk dibagikan ke Warga, maklum disini daerah terpencil, ke jalan raya saja harus jalan kaki, tidak ada kendaraan yang bisa masuk, motor saja tidak akan kuat naik ke lereng gunung begini" Ucap askara menimpali
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Kamu Pasti Menyesal, Mas!

Kamu Pasti Menyesal, Mas!

Jadi sebelum uangnya habis, lebih baik aku bersabar dulu. Oh iya hampir lupa, kemarin aku sempat lewat di persawahan milik kami, yang sertifikatnya pakai nama Mas Bambang itu, padi yang di tanam di sana sudah menguning, dan siap untuk di panen. Jadi hari ini, aku akan mengunjungi rumah Pak Tukiman, orang yang ku percaya menggarap semua sawahku ini.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Malam Pernikahan Yang Terenggut

Malam Pernikahan Yang Terenggut

"Iya, Mas. Sudah lama sekali aku tidak jalan-jalan di sawah. Setahun ini sibuk sama sekolahan jadi ngga sempat." "Beruntung masih ada sawah ya?" sahut Dira lagi. "Iya. Kebetulan ini sawah milik saudara jauh ibu. Beliau memang kerjanya sewa sawah untuk ditanam tebu atau padi." "Semoga saja terus begini. Di kota sudah tidak ada sawah. Lahan kosong sudah berubah jadi bangunan semuanya." Dira menghentikan langkah. Matanya menatap hamparan sawah yang padinya mulai menguning.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai tepian sawah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status