Terjerat Pesona Papa Temanku
gumamnya pelan, lebih seperti menelan nama itu daripada menyebutnya.
Ia berdiri dari kursinya. Langkahnya mondar-mandir di ruang makan, satu tangan mengusap wajah, tangan lain menyisir rambutnya ke belakang. Kekecewaan itu nyata. Selama ini ia berusaha menjaga jarak, bersikap profesional, bahkan memberi batas yang jelas. Namun nyatanya, semua itu tak cukup.
“Dia sudah keterlaluan,” ucap Elvaro akhirnya, suaranya rendah tapi tegas. “Ini sudah masuk ranah kriminal.”