DARI BENCI JADI PASUTRI
Tiap detiknya terasa seperti perpaduan yang mendebarkan antara amarah, pengampunan, dan hal-hal manis yang belum mereka kenali.
Intens, sangat intens. Membawa keduanya berada pada posisi yang nyaris tidak memungkinkan untuk berhenti.
Nafas yang berburu itu menjelma menjadi desahan yang patah-patah.
Lengan Utara melilit pinggang Casa kasar dan menariknya mendekat. Lebih rapat. Seolah sesenti jarakpun adalah penghinaan. Dan di tengah kesibukannya, dia berbisik,
인기 회차