OBSESI CINTA TUAN MUDA
“Apa itu?” tunjuk Hengki ke arah sudut ruangan.
Aku menoleh ke arah yang ditunjuk. Hengki beranjak, membuat kami, aku, Alea dan Om Gani bingung dengan apa yang ditunjuk oleh Hengki.
“Alat sadap!” seru Hengki, dia mengambil benda kecil dari bawah meja kecil tempat menaruh vas bunga. Mata Hengki benar-benar teliti, padahal kami saja tidak ada yang menyadarinya.