Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Raka menelan ludah. “Kamu hampir merusak jaringan,” katanya tegas. Perempuan itu tertawa kecil. “Merusak? Aku justru mencoba menstabilkannya.” Aruna mengernyit. “Dengan memaksa resonansi?” “Resonansi alami terlalu lambat,” jawabnya. “Kalau kita bisa mempercepat, kita bisa mengontrol retakan sebelum muncul.”
877 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
Teror Ghaib

Teror Ghaib

Kata kakeknya, mahluk astral akan semakin berani kalau manusia terlihat ketakutan. Sementara Jeremy dan Tony melawan mahluk astral itu, Sofia gelisah menunggu. Dia mulai tak tenang melihat Jeremy dan Tony yang tubuhnya mulai bergetar hebat dan berkeringat dingin. Tak ingin sesuatu yang buruk terjadi, Sofia lalu berlari keluar ruangan. dia menuju ke kamar mandi untuk mengambil gayung dan mengisi gayung itu dengan air. Setelah itu, dia kembali lagi ke ruang meditasi. Setelah membaca beberapa doa dan meniup air di dalam gayung itu, Sofia memercikkan airnya ke tubuh Jeremy dan Tony secara bergantian.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
Teror Berdarah

Teror Berdarah

Poli mencoba menebarkan kesan horor. Yonna yang semula tidak begitu tertarik, langsung menajamkan pendengaran. “Hah?! Ada lagi?” tanya Dovis histeris. “Jam sepuluh malam tadi, ada anak kelas 12 yang lompat dari lantai empat sekolah.”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
Teror Rumah Warisan

Teror Rumah Warisan

Adit makin terlihat gelisah, tetapi sesaat ia mengernyit. “Dasar penakut! Itu suara dari ponsel aku,” cibir Aldi pada adiknya. *** Kamar luas lengkap dengan furnitur yang mewah dan elegan, tak membuat wanita yang tengah meringkuk di atas ranjang itu senang. Justru rasa takut dan gelisah yang kian mendera wanita cantik itu. Tatapannya tertuju pada suara derit pintu yang terbuka, terlihat seseorang yang sangat ia benci datang membawa nampan yang berisikan makanan serta minuman.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
Teror Mantan

Teror Mantan

tanya Alex. "Biar papa yang urus, tugas kamu jagain Laura, sama ngawasin Ezra, papa yakin dia juga yang jadi dalang dari teror kamu," ucap Dimas tegas, memang hanya sekali teror yang Alex dapat, tapi kalau sampai tak segera di atasi ia takut Anita atau Laura tau semua ini dan mereka jadi ketakutan. Alex menganggukan kepalanya cepat. "Yaudah Alex pergi," pamit Alex, saat ia baru akan melangkah, Alex tersadar dan membalikan badannya menghadap Dimas.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
TEROR GADIS RAMBAI

TEROR GADIS RAMBAI

Rudi benar-benar merasakan hal yang mengerikan di telinganya itu, Bahkan dia langsung terperanjat begitu saja ketika mendengar suara yang sudah tidak asing didengarnya dalam beberapa hari ini. Semua orang sangat keheranan melihat tingkah laku Rudi yang seperti orang ketakutan, padahal disana banyak orang yang sedang menunggu bagaimana kelanjutan cerita yang akan disampaikan saat itu juga. "Ayolah Rudi! Kamu jangan mempermainkan kami seperti ini, silahkan kamu ceritakan sebenarnya apa yang terjadi kepada kalian berdua sehingga Sony bisa seperti ini dan dia tidak bisa bergerak sedikitpun serta pandangannya hanya lurus ke depan seperti ini kosong dan tidak pernah menetap ataupun berkedip sama s
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Energi Penyimbangnya menemukan resonansi baru. Ia menyelaraskan frekuensinya dengan Wu Teng —bukan untuk menghapus ketakutan, melainkan untuk menstabilkannya. Sulur-sulur kini tidak lagi menemukan celah histeria. Wu Teng berjalan menembusnya. Setiap langkah seperti menembus air pekat. Setiap langkah memancing ilusi baru —kematian, pengkhianatan, kehancuran.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

“Udah beberapa hari ini gue nerima teror yang isinya bangkai tikus, darah dan bahkan ancaman supaya gue mati. Isinya persis kaya yang pernah gue liat di laci meja, lu, Dev.” Sarah menunjukkan beberapa kertas yang bertuliskan ‘KAMU HARUS MATI’ padaku juga Satria. Satria mengambil alih kertas itu, “Terus kenapa lu ga cerita sama kita bertiga? Jadi kan kita suudzon sama lu.” Sarah yang ditatap hanya mampu menundukkan matanya. Tak dapat dipungkiri bahwa tatapan Satria masih saja mengintimidasi. Tajam dan menusuk.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
Shadow Monarch: My SSS-Rank Clone Skill

Shadow Monarch: My SSS-Rank Clone Skill

Tower of Heaven, Lantai 99 Di Lantai 99, tepat di atas Lantai Jurang, Director Mara berdiri di depan konsol segel utama dengan akses biometrik dari Kael dan Aris. "Segel utama melemah 40%," laporkan seorang teknisi. "Enough untuk memulai fase akhir." Mara menganggug. "Aktifkan Resonance Crystal. Saatnya membangunkan yang tertidur." Di dalam Lantai Jurang, sesuatu yang mengerikan mulai bergerak. Ruang Pembangun, Bawah Menara "Kita harus menghentikan mereka!" teriak Feng Xiao.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

"KATAKAN JALANG!!" Teriak Reviline membuat air mata yang sejak tadi Irene tahan turun dengan sendirinya. Tubuhnya bahkan bergetar ketakutan seraya mengucapkan kata maaf berkali-kali karena sudah mengikuti pemuda itu. Hingga satu tamparan berhasil mengenai wajahnya membuat Irene tidak sadarkan diri. She's doesn't know anything.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai terror in resonance nine
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status