Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dia yang Terluka

Dia yang Terluka

Sesekali mereka saling pandang melempar senyum, ingatan mereka kembali saat-saat mereka masih menjadi pengantin baru. "Aku merindukan makan pagi seperti ini bersamamu, juga malam-malam yang pernah kita lalui." Ucap Gio mengakhiri makan pagi dengan menyilangkan sendok dan garpu di atas piring. Nadia mengalihkan pandangannya, berusaha menutupi rona merah di wajahnya. Gio melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganya, lalu ia mengambil segelas air putih yang sudah tersedia di depannya.
9.5561.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 18.0K Beses bilang the day we met
Ipakita ang mga Review (71)
Read
+Library
Saraswati
saya belum baca sampai banyak, tapi iseng2 liat judul masing2 bab, koq ada cerita ttg hanna juga, sy pikir di sini tokoh utamanya keluarga nadia, tp hanna sebagai tmn nadia ternyata juga punya porsi cerita sendiri... :)
Heny Wulan
Nice story... plot twist nya keren, ga ketebak, kyknya bnyak banget rahasia, jd bacanya pun ga bs di-skip. Alurnya jg enak bacanya, ga membosankan. Semoga tetap konsisten sampai akhir. Semangat kak author...
Basahin ang Lahat ng Review
Air Mata Di Hari Pernikahanku

Air Mata Di Hari Pernikahanku

* * Jam menunjukkan pukul delapan pagi, sinar matahari pun ikut masuk lewat celah jendela, sehingga membuat Tari terbangun dari tidurnya. Ketika melihat jam yang berbeda di ponselnya, tiba-tiba ia terlonjak kaget melihat angka yang menunjukkan jam tersebut. “Astaga aku kesiangan.” Pekik Tari. Dengan langkah cepat wanita cantik itu berhambur ke kamar mandi, dan melaksanakan ritualnya. Rencananya pagi ini Tari akan bertemu dengan seseorang yang ingin memesan ketring dalam jumlah banyak, karena akan ada salah satu acara yang orang itu selenggarakan.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang the day we met
Read
+Library
After We Kissed

After We Kissed

Setidaknya itu adalah keinginannya saat ini. “Mas—” “Hm?” “Aku mendadak jadi ingat sesuatu deh!” kata Laura penuh antusias. “Ingat apa?” Abraham balas bertanya. “Ingat café tempat pertemuan pertama kita dulu nggak?” sambung Laura lagi dan mendadak wajahnya berubah merona tanpa sebab. “Bagaimana mungkin aku bisa lupa, Sayang. Café itu adalah tempat di mana kamu menciumku untuk pertama kalinya. Kenangan paling indah dalam hidupku.
9.977.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang the day we met
Ipakita ang mga Review (94)
Read
+Library
Zahira
aku kok lebih suka gavin ya, thor. secara mereka sudah pacaran dua tahun. lalu laura minta nikah dia belum siap. mungkin dia belum cukup siap untuk menjalani pernikahan. tapi malah dicap jahat oleh laura. lalu gavin kembali, ia menerima permintaan laura untuk menikah. tetapi laura udah gak mau.
Nanoy
Sdh selesai baca. Bagus & layak bintang 5. Bbrp novel yg sdh aq baca *novelme, ini penyajian & bahasanya gk bertele2. & yg bagusnya lg, si org ke3 di novel ini gk sampai bikin PU nya celaka, Alana jahatnya gk kyk disentron2/di novel lain ^^, sm halnya dgn Gale. Logis aja.
Basahin ang Lahat ng Review
Dia yang Menghilang di Hari Lamaran

Dia yang Menghilang di Hari Lamaran

Mataku mendapati ia baru terbangun, mengerjap dan mengucek matanya, lalu tersenyum. Aku yang tengah duduk di lantai sebelah kasurnya, mengusap kepalanya sekilas, balas tersenyum. “Morning, Dina.” Pikiranku berkelana, membayangkan seandainya ini hari pertama usai pesta pernikahan kami. Namun, anganku terbentur oleh realita bahwa aku justru tengah menculik seseorang yang harusnya akan dilamar hari ini.
104.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 98 Beses bilang the day we met
Read
+Library
MELODI ABELIA

MELODI ABELIA

Entahlah. Atas permintaanku, kami bertemu di sebuah taman di tengah kota. Di sinilah kami, duduk berdua di sebuah kursi taman pada Minggu sore. Kami meminum kopi dalam paper cup yang dibawakan oleh Arsya. Sejenak kami hanya terdiam memandangi beberapa kelompok orang yang berlalu lalang di taman. "Aneh sekali kita bisa benar-benar bertemu lagi." Aku berkata sambil menengadah menatap langit.
9.85.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 187 Beses bilang the day we met
Ipakita ang mga Review (38)
Read
+Library
ayyona
Senang banget ada karya baru Kak Author ini di platform ini. Setelah baca karya yg lain di 3 platform berbeda, aku fans yg selalu ikutin ke mana-mana. Kecuali satu yg di platform H, ga punya aplikasinya. Udah penuh memori HP lol
Chocollacious
iya banyak pelajaran yg diambil dr kisah abelia dan arsya. tapi aku ga terima endingnya gimana dong (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू) tapi ya sudahlah, serahkan semuanya pada authornya aja. thank you for making this amazing story kak. sangat menghiburku di tengah kesibukanku (≡^∇^≡)
Basahin ang Lahat ng Review
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Ini surat untuk Maria. Hai, sayang. Kalau kamu lupa dengan hari ini, aku ingatkan dengan pertemuan kita tadi pagi hingga siang di kafe dekat rumah yang sering kita kunjungi. Kamu tetap memilih meja di samping jendela walaupun sebenarnya aku ingin ganti suasana, duduk di pojok yang agak temaram. Senyum kuulaskan di wajahku ketika kamu menarik tanganku dengan hentakan kaki seperti anak kecil, membawaku ke meja kita yang biasa. Aku tidak bisa mengelak dari permintaanmu dan aku menyukai itu.
104.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang the day we met
Read
+Library
Gadis Mungil CEO: Mommy, Please Jadi Ibuku

Gadis Mungil CEO: Mommy, Please Jadi Ibuku

Aku hanya mengangguk untuk menanggapi, sambil memandangi punggungnya yang menjauh dari ruang keluarga. Rasa lembap bekas kecupannya barusan masih menempel kuat di bibir dan kulit keningku. Aku mengulum bibir, menahan senyum, dan berusaha untuk menyembunyikan rasa salah tingkah. Pagi ini, aku dan Mark berangkat dari penthouse pukul setengah sembilan. Tak langsung ke kantor, kami pergi ke sebuah kafe di dekat Central Park New York untuk bertemu dua teman lama Mark di sana.
1017.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 656 Beses bilang the day we met
Read
+Library
Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

Tapi kali ini, dua minggu berlalu tanpa satu pun aktivitas di akunnya. Aku menggeser ke bagian highlight dengan judul "1st Meet." Highlight itu membawa aku kembali ke awal hubungan kami. Foto-foto dan video ketika aku dan Tanika pertama kali bertemu, kencan pertama kami di restoran yang tidak terlalu mewah, tapi cukup hangat untuk membuatnya tersenyum.
33.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 678 Beses bilang the day we met
Read
+Library
PRETEND LOVE (Bahasa Indonesia)

PRETEND LOVE (Bahasa Indonesia)

Tidak sampai dia berhenti bersikap aneh di depanku. Semenjak itulah hari-hariku mulai terganggu dikarenakan kehadirannya. Pertemuan pertama kami adalah siang hari di Minggu pertengahan bulan Juni yang pada waktu itu banyak orang lebih memilih berada di dalam rumah daripada harus 'membakar diri' di luar.
105.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 131 Beses bilang the day we met
Read
+Library
Malaikat Sayap Hitam-Putih

Malaikat Sayap Hitam-Putih

Sialan, sakit dan sangat menyebalkan. Aku segera berdiri dan merentangkan sayapku. "Kita bukan keluarga!" Aku cepat-cepat mendekatinya, tetapi dia menghentikanku. "Tidak jika kau tidak memberi kami kesempatan. Bagiku, makan malam pada hari Kamis itulah tempat kita saling mengenal, tempat kita berkumpul, tempat kau mengerti bahwa kau tidak sendirian dan bahwa kita semua mengalami apa yang kau alami."
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 28 Beses bilang the day we met
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status