Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Vonis Terakhir untuk Cinta Kita

Vonis Terakhir untuk Cinta Kita

Selama sepuluh tahun, aku menjalani profesi sebagai penyiar radio malam yang berbagi kisah-kisah menyentuh hati. Malam ini adalah episode ke-521 dari acara tersebut. Hari ini bertepatan dengan turunnya salju pertama di musim dingin ibu kota, sekaligus adalah peringatan ulang tahun pernikahan ketujuhku dengan Arden Sorandi, seorang profesor hukum. Di sela jeda iklan selama lima menit, aku menatap laporan pemeriksaan kehamilan yang tergeletak di atas konsol kendali. Senyum tipis tanpa sadar menghiasi wajahku. Di atas kertas itu, tertera dengan jelas kalimat "hamil delapan minggu". Inilah hadiah yang kusiapkan untuk Arden di ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh. Sambil membayangkan raut ter
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Rumah Terakhir

Cinta Untuk Rumah Terakhir

Betapapun sakitnya, semua akan baik-baik saja pada akhirnya. "Sha, aku janji akan memperjuangkanmu sampai kapanpun. Entah kita akan menikah atau kamu dengan yang lainnya, ujung-ujungnya kita juga akan mati kan, Sha. Dengan akhir cerita yang sama, setidaknya kita menyempatkan diri membuat episode terindah sebelum waktu itu tiba." Tegas Afi yang kemudian beranjak meninggalkan Asha.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Pengendali Arwah Terakhir

Pengendali Arwah Terakhir

Keempat destroyer summoner berlutut pada satu kaki dan menunduk takzim di belakang Venom. “Kami akan melakukannya, Master!” seru mereka bersama-sama. “Salah satu dari mereka adalah summoner burung terakhir. Kalian harus bisa mendapatkannya hidup-hidup agar aku bisa kembali ke dunia ini,” ujar Venom. Keempat destroyer summoner itu mengangkat kepala. Mereka tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Venom, Tapi kemudian mereka menunduk lagi dan meyakini bahwa Venom tidak pernah mengatakan kebohongan.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Tangisan Terakhir Seorang Istri

Tangisan Terakhir Seorang Istri

Mungkin ini benar-benar sudah berakhir. Pada momen terakhirku, aku pikir aku mendengar suara Marcell, suara yang lembut seperti di hari-hari awal pernikahan kita, “Alya, pulang makan malam. Aku sudah buatkan sup favoritmu.” Sentuhan hangat Sari terasa di tangan aku, senyumnya tulus dan penuh pengertian. “Kamu bisa beristirahat sekarang, Alya. Semua sudah selesai. Mereka tak bisa menyakiti kamu lagi.”
21.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 589 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Damian berkata, "Menurut kebiasaan, hari terakhir akan digunakan untuk berkemas." "Kebiasaan?" Kaisar menyipitkan matanya, tatapannya tidak pernah lepas dari Lyra, "Kenapa aku nggak tahu kalau ada kebiasaan seperti itu di istana? Segala sesuatu harus ada awal dan akhir, kita tetap harus melakukan yang terbaik pada hari terakhir." Begitu Lyra mendengar hal itu, wajah mungilnya yang sudah pucat karena kedinginan, sontak jadi makin pucat saat ini, dan tubuhnya yang kurus bergoyang lunglai.
985.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Pesan Terakhir Loren Jose

Pesan Terakhir Loren Jose

Bagaimana aku diikat oleh Tante Desy, bagaimana aku berjuang, bagaimana tali pancing itu menyatu dengan kulitku, aku kehilangan berapa banyak darah dan berapa kali lukaku robek. Semuanya ada di sana. Ada juga rekaman telepon terakhirku sebelum meninggal. Mereka bahkan menemukan rekaman panggilan itu. "Saat dia meneleponmu, dia sudah sekarat." Ibu perlahan mengulurkan tangan dan memutar rekaman itu. "Ibu, Loren hampir mati ... bisakah ibu datang untuk melihatku ... ?" "Nggak ... nggak perlu datang juga nggak apa-apa, tapi bisakah ibu bilang kalau ibu mencintaiku?"
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Langkah Terakhir Grand Duchess

Langkah Terakhir Grand Duchess

"Kau mungkin Arsitek dari dunia lama kita, tapi aku adalah Penguasa dari dunia baru ini. Dan di duniaku yang sekarang, tidak ada tempat untuk tiran sepertimu." Dengan kecepatan yang melampaui apa pun yang pernah dilihat di Oakhaven, armada kecil itu membelah ombak, menuju pertempuran terakhir yang akan menentukan apakah dunia ini akan tetap menjadi surga kristal atau menjadi ladang pembuangan bagi ambisi seorang gila. ---
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

Kemudian memanggil dengan lembut nama yang telah menjadi request Miko, "Zyn." Wajahnya berbinar cerah. Tanpa sedikitpun celah untuk merenung. Berbanding terbalik dengan aku yang berwajah putih pucat. Tanpa senyum tanpa ekspresi. Kemudian pemuda tersebut memberi tanda 'v' dengan jari telunjuk beserta jari tengah. "Aku udah tobat, Ran. Cukup kamu aja yang terakhir."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

tanya Ustazah Yuni. "Nggih Us Yuni. Saya sudah pamitan. Ini saya sengaja ikut pelepasan untuk terakhir kalinya." "Aduh, jangan bilang nanti yang gantiin njenengan Ning Zulaikha." Raut ustazah Yuni tampak kecewa.
9.9125.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Bab Terakhir: Kalimat Terakhir Dunia Langit di atas Pesantren Narasi menjadi hitam pekat, seolah tinta raksasa tertumpah dari langit realitas. Awan-awan bergulung seperti gulungan naskah yang terbakar, mengelupas huruf-hurufnya dan menciptakan retakan dalam ruang dan waktu. Di tengah lapangan pesantren yang retak oleh garis-garis cahaya biru dan ungu, Lena berdiri tegak, memegang selembar halaman terakhir—halaman yang disebut para penjaga naratif sebagai "Kalimat Terakhir Dunia."
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai the last ones
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status