MARTA, cinta kedua
"Baik, sekarang kita tanya Marta. Apakah dia ingin tetap menikah saat ini?"
"Ya," sahutku lirih. Aku tak ingin mundur. Jika aku mundur, aku tak yakin bisa terbebas dari rasa trauma.
"Ta, kamu mencintaiku. Kamu batalkan pernikahan ini, dan tolong tunggu sebentar lagi. Tunggu sampai aku siap, tunggu usahaku mapan lagi ... dan kita menikah," ucapan Panji entah kenapa terdengar begitu menyakitkan untukku.
인기 회차