Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Surat Wasiat Sang Duke

Surat Wasiat Sang Duke

Agak konyol memang, tapi itulah kenyataannya. 'Baguslah hari ini jadwalku ada di luar mansion, karena itu artinya Aku tidak harus menunjukkan keramah tamahan yang tidak perlu pada pengunjung rumah yang bahkan tidak aku undang' *** Count dan Countess Zernet tengah berdiri di depan mansion. Mereka berdua menunggu seseorang. Tak berapa lama terlihat kereta mewah mendekati mansion dan berhenti tepat di depan mansion.
107.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 148 Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

"Ingatlah, Lavinia, kutukan gairah keluarga kita adalah aib. Bibimu berakhir di liang lahat, dan sepupumu dicap sebagai 'piala bergilir' karena dia tidak bisa menahan diri saat usianya menginjak delapan belas tahun. kamu sedang menuju jalan yang sama." ​Aku melirik ke arah bayangan di sudut ruangan. Vincent berdiri di sana, mengamati dengan tangan bersedekap, sementara Adrian dan Alaric berada di belakang kursiku, memberikan aura ancaman yang nyata bagi Count Whitmore.
635 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 16 Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

sahut seorang wanita bangsawan tua dengan kipas di tangannya. “Bisa-bisanya seorang Count menyerahkan putrinya sebagai jaminan utang. Bayangkan saja, leluhur Astley mungkin sedang mengumpat di liang kubur mereka melihat kegagalan keturunannya yang memilukan ini.” Gelak tawa pecah di seluruh aula. Elara mencengkeram kain gaunnya di bawah meja hingga jemarinya memutih.
1031.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 731 Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Dia bisa merasakan bibirnya terbakar karena benda panas yang masuk ke dalam mulutnya. “Jangan berani-berani membawa benda itu ke tempat ini.” Count berbisik dengan nada mengancam sementara Laura masih mengeluarkan abu dari mulutnya. “Wanita tak berguna. Dibandingkan denganmu, wanita itu lebih berguna untuk mencapai keinginanku. Kau sama seperti ibumu. Seperti ibu dan anak, kalian berdua adalah parasit dalam hidupku. Jika kau tidak ingin aku mengusir ibumu, atau mencoretmu dari daftar keluarga Lanchaster, tutup mulutmu.” Air mata jatuh membasahi pipinya. Tidak sekali pun ketika Count memukulinya, dia menangis. Tapi malam itu, air matanya sulit ditahan. “Apa yang telah aku lakukan salah?
1020.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 506 Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
TRASHY

TRASHY

Cairan bening itu bahkan keluar deras, mengalir di pipi. Begitupun Tania dan Tante Ria yang turut menangisi jasad pria tua baik hati itu. Orang tua yang mau memberikan Diana senyuman kala Diana merasa terbuang. Pemberi semangat kala Diana tak kuat, pemberi pelukan di saat Diana ditemani oleh tangisan.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 122 Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

tanya Count, mencoba menenangkan putrinya. “Segera setelah hasil ujian pemilihan ratu keluar dan nilaiku tinggi di antara yang lain, bisnis ayah bangkrut hingga keluarga ini hampir hancur! Apa ayah masih tidak bisa berpikir?” Elyse tak lagi bisa menahan diri, suaranya meninggi. “Bisnis ayah bangkrut karena salah perhitungan, Elyse. Keluarga Duke sudah sangat baik mengulurkan tangan membantu,” ucap Count mencoba menjelaskan dengan tenang.
9.885.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
Kesempatan Kedua Sang Legenda

Kesempatan Kedua Sang Legenda

Tatapan Count Cabaldi berubah dingin dan mengerikan. Menggunakan alasan kegagalan musuhnya membesarkan pewaris yang layak, dia merenungkan untuk menginjak-injak seluruh keluarga Ferdium. Dia berniat memberi contoh tentang apa yang terjadi pada mereka yang berani meremehkannya. Meskipun moral prajurit menurun dari hari ke hari karena kelaparan, dia tidak meragukan kemenangan akhirnya. “Count Desmond pasti akan bergerak begitu mendengar kabar dari wilayahku.”
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 99 Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Para bangsawan datang satu per satu untuk memberikan penghormatan terakhir. Selene berdiri bersama Sylar, dua anak keluarga Moreau yang hari ini, mau tidak mau, berdiri di sisi Count Moreau yang tampak benar-benar hancur. “Ayah mau ke mana?” tanya Selene ketika Count bergerak menjauh. “Aku… ingin ke toilet.” Selene dan Sylar mengangguk.
9.6416.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 12.5K Beses bilang the trash of the count's family
Ipakita ang mga Review (86)
Read
+Library
Raisaa
akhirnya tamat juga Dirian, kakak kakak pembaca engga ngomel lagi ya kapan tamatnya heheheh terimaksih banyak atas dukungan dan perhatiannya untuk cerita ini. sampai jumpa dicerita saya yang lain ya hehehe...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Basahin ang Lahat ng Review
Misi Nona Jahat: Pilih Satu dari Lima Pria Penguasa

Misi Nona Jahat: Pilih Satu dari Lima Pria Penguasa

"Tuan Count, jika boleh saya bertanya... sepertinya kakak laki-laki dari anak perempuan tadi memang tidak banyak bicara, ya? Sejak di taman hingga di aula makan, saya sama sekali tidak mendengarnya mengeluarkan satu patah kata pun." Seketika, ekspresi Tuan Count berubah. Wajahnya yang ramah mendadak tampak kaku dan penuh dengan ketidaknyamanan. Ia menundukkan kepalanya sedikit, menghindari tatapan biru Elizabeth. "Untuk anak itu... lidahnya memang sudah tidak ada, Nona," bisik Tuan Count dengan suara yang berat. Deg. Elizabeth mematung. Angin laut yang dingin seolah mendadak membeku di paru-parunya.
1012.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 243 Beses bilang the trash of the count's family
Ipakita ang mga Review (15)
Read
+Library
nanadvelyns
Dear, pembaca terkasih. Terima kasih banyak untuk yang masih setia menunggu penulis update 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。. Dukungan, perhatian, dan doa yang kalian tinggalkan di kolom komentar sangat berarti! Mulai hari ini novel akan update seperti biasa ya, karena alhamdulillah keadaanku sudah membaik:>. Love youuu
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Basahin ang Lahat ng Review
Satu Malam Bersama Duke

Satu Malam Bersama Duke

"Jauh sebelum Pangeran Arthur lahir, Tuan Count dan mendiang Permaisuri tumbuh bersama. Wilayah mereka bersebelahan, dan hubungan kedua keluarga itu nyaris tak terpisahkan." Lucian meletakkan perkamen itu. Ia kemudian mengambil sebuah lukisan potret kecil yang diselipkan di antara laporan, sebuah salinan lukisan keluarga Count Saxony. Di sana, tergambar sosok Count muda yang kini memimpin keluarga tersebut, duduk di samping ayahnya, sang mendiang Count sebelumnya. Kaisar itu menatap lurus ke arah wajah Count muda dalam lukisan tersebut. Sorot mata Lucian berubah menjadi dingin. Instingnya sebagai seorang pemburu menangkap sebuah kejanggalan.
9.953.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang the trash of the count's family
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status