Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

Entahlah padang apa namanya. Keduanya berdecak kagum, tidak menyangka bisa sampai ke tempat ini. Surga kecil yang jauh dari jamaan kemajuan dan keramaian terlebih khusus kemajuan teknologi. Di sini tidak terlalu banyak rumput mungkin karena lagi musim kering hanya ada beberapa pohon besar yang jaraknya cukup jauh dari pohon ke pohon yang lainnya. Tempat ini sangat istimewa dan spesial bagi Binar. Ia tidak pernah menemukan ini di tempatnya sebelumnya. Ini di luar imajinasi nya, dia tidak pernah membayangkan akan adanya sebuah padang yang luas di sebelah atas lautan yang sangat luas pula. Ia membayangkan betapa indahnya menikmati sunset senja jika berada di ujung padang ini. Di tepi padang it
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

Namun saat ia menatap keluar jendela, di ujung tebing tampak sinar merah kecil — seperti titik laser yang menari di antara pepohonan. Seseorang benar-benar mengintainya malam itu. Dan jauh di balik gelap laut, sebuah kapal tanpa tanda sedang mendekat — lampu-lampunya padam, hanya bayangan besarnya yang sesekali tersapu kilat. Kedamaian Alya akhirnya berakhir. Dan kisah yang mereka kira sudah selesai, baru saja dimulai kembali.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
Fur Lyra - Yang digariskan untuk hancur

Fur Lyra - Yang digariskan untuk hancur

l-y-r-a e-l-i-z-a-b-e-t-h Dengan ujung jari merasakan ukiran huruf-huruf acak itu, aku kembali menatap lautan. Kapal-kapal bermuatan masih tampak sibuk hilir mudik, riuh rendah suara pelabuhan terdengar samar di kejauhan, bersamaan dengan suara burung camar. Aku merasa gamang. Dan hampa. Inikah akhirnya? Akhir buat kisah yang tadinya kupikir tak pernah usai.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
Cursed: Kutukan Kembar Tampan Season 3

Cursed: Kutukan Kembar Tampan Season 3

"Hannah, hmm, kurasa aku pernah mendengar nama itu juga! Banyak sekali nama yang harus aku ingat!" Ocean sebenarnya begitu tergelitik dan ingin tahu dengan segala sesuatu tentang ayahnya, bermaksud bertanya sepuas-puasnya kepada Carl, namun untuk sementara diurungkannya niat itu. "Lihat, Tuan Ocean Vagano! Kita akan segera tiba!" Sebuah pulau berpantai landai pada satu sisi dengan bangunan besar dengan titik-titik lampu kekuningan di pusatnya mulai tampak dari kejauhan. Semakin jelas dan tajam.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Dari pada, tidak meminum kopi sama sekali. Lantai tiga, bagaikan tempat bersantai paling nyaman. Angin seakan berembus dua kali lipat. Dan di sini, dapat pula menikmati pemandangan lautan biru kehijauan bersama pasir putih yang berjarak kurang lebih delapan hingga sepuluh kilo dari sini. Meski sesaat di balik kediaman yang melambat. Dan waktu yang memang terasa berjarak. Panorama yang terlihat, seakan mengambil jenuh yang pernah berpijak.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Sekecil apapun kemungkinannya! ********** Jauh di Puri Vagano, pagi-pagi sekali, Ocean beringsut keluar dari kediaman mewahnya sendiri, hanya berbekal sebuah koper kecil seadanya, berhasil mencapai Teluk Vagano dimana pada dermaga masih tersandar kapal kargo yang siap berangkat lagi ke Evermerika. Sang Kapten Kapal merasa heran pada awalnya, kemana Bangsawan Muda itu hendak pergi, mengapa meninggalkan pulau tempat ia 'berkuasa' secara diam-diam? Namun dengan sejumlah uang, Ocean berhasil membungkam semua pertanyaannya, "Antarkan saja aku kemanapun tujuanmu berlabuh di Evermerika, karena ada bisnis rahasia yang harus kuurus di sana. Di tempat ini tak ada sarana komunikasi, jadi aku harus bera
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
The Endless Love

The Endless Love

Dan menjelang pergantian hari, sunset pantai Tanjung Lesung terkenal sangat memukau dari dermaga pantai membuat siapapun akan terpesona dan tak ingin beranjak sampai matahari benar-benar terbenam dan lembayung berganti dengan langit hitam. Delta mengajak Deana duduk di akar sebuah pohon sambil menikmati pemandangan pantai yang sangat luar biasa. Suara deburan ombak dan semilir angin menambah lengkap suasana pantai. “Kenapa lo ajak gue ke sini?” tanya Deana penasaran. Ia tak bisa menahan perasaannya untuk tidak bertanya mengenai itu. “Hati gue yang bilang kalau gue harus ajak lo ke sini,” jawab Delta apa adanya.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
Pewaris Sesungguhnya Itu....

Pewaris Sesungguhnya Itu....

Rina menyapa saat kresek hitam ditentengnya, “Sudah gelap masih ada pembeli ....” “Iya, Bu,” kekeh senang Alea. “Syukurlah ... pasti karena promo yang diberikan Nak Alea. Itu bagus sebagai strategi marketing untuk pembukaan,” kekeh Rina. “Iya, ini idenya Ansel,” kekeh Alea. “Di mana Ocean?” “Ada di dalam. Ocean sedang bermain sendiri, sengaja Alea meninggalkan Ocean karena udara cukup dingin.”
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
Till The End Of The World

Till The End Of The World

**** "Ombak laut yang berdesir keras di malam hari, dan airnya yang membentang biru di musim panas tidak pernah berhenti memberikan harapan pada orang-orang. Jika kau merasa hidupmu sulit, maka pandanglah ke arah laut, dan temukan seperti apa dirimu di sana. Kau akan menemukan secercah harapan yang masih ada. Karena jika kau berhenti berjuang, maka rasa sakitnya akan terasa berkali-kali lipat ...." Pukul sembilan lebih tiga puluh menit, Jihyun memasang earphone di tengah kesunyian. Hanya debur ombak malam yang menemaninya. Maniknya menatap ke depan, ada sosok bertubuh tegap dengan rambut hitam yang sedang bermain air di sana. Ia tidak bisa berlari seperti biasanya, hanya berjalan dengan susa
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai the ocean at the end of the lane
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status