Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Beauty in the Dark

Beauty in the Dark

ucap dokter Deepani menenangkan "Jadi, apa yg sebenarnya terjadi dengan putri saya, dokter?" tanya Cahaya gamang. "Apa kemarin ia melihat suatu cahaya yang terlalu terang, sehingga menyilaukan matanya?" tanya dokter Deepani lembut "Sepertinya tidak, dokter. Tapi, entahlah, sebab beberapa hari ini ia tidak mau saya temani," jawab Cahaya sembari memikirkan maksud dokter Deepani.
105.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

“Kenapa aku tidak bisa melihat? Aku kenapa?” Bibi tidak menjawab pertanyaan Ele melainkan terisak. Ele semakin panik karena seumur hidup ia tak pernah mendengar bibinya menangis sebelumnya. Yang ia tahu, bibinya adalah sosok yang kuat. “Dok, kenapa pengelihatanku buram? Kenapa aku tidak bisa melihat sekelilingku? Semuanya berwarna abu-abu.” “Eleanore. Kami meminta maaf sebelumnya. Kami sudah berupaya sebisa mungkin menyelamatkan indera pengelihatan Anda namun cidera akibat kecelakaan yang Anda alami sangat parah.“
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
My Light

My Light

Jadi, akan ke rumah sakit sesuai jadwal untuk menyembuhkan depresi berat bila benar-benar kambuh lagi. Rafan terus melamun, dan tatapannya dingin sekali. Bahkan, saat Asya datang menemuinya—tetap diam. Asya hanya menghela napas pasrah, kembali didiamkan oleh Rafan. Di satu sisi, tidak menyangka Rafan melakukannya lagi. Meskipun, maksudnya baik. “Rafan,” panggil Asya pelan, tangannya mulai terulur untuk mengelus lembut kepala Rafan. “Tenangkan dirimu.”
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

Namun, terlalu panjang untuk diceritakan. Klaus memandang buku itu cukup lama. Buku itu memiliki sampul hitam. Benar-benar sulit jika harus dicari di kegelapan. Klaus mulai membalikkan sampul buku itu. Dengan bantuan cahaya dari tangannya, ia membaca isi dari halaman pertama. Be The Light. Tulisan itu memenuhi halaman pertama. Sepertinya, itu judul buku yang ditetapkan oleh sang penulis.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Midnight In Manhattan

Midnight In Manhattan

Konsentrasinya sudah habis sejak Bara menutup pintu apartemen tadi pagi. Sore hari di tengah kerinduan yang menghantui pikirannya. Ia berjalan tanpa arah di jalanan Manhattan. Lampu-lampu kota mulai menyala, aroma hujan bercampur kopi dari kedai-kedai kecil di sudut jalan. Semua ini seharusnya terasa familiar, tapi tidak ada yang mampu menenangkan pikirannya. Di persimpangan, Nara berhenti. Tangannya terulur ke dalam mantel, menggenggam ponsel erat-erat. Ia ingin mengetik pesan, tapi jari-jarinya hanya membeku di atas layar.
10609 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Life or Not

Life or Not

pikiran terasa berat membuat tidak pergi dalam kepala. Apa yang terjadi seolah seperti mimpi bahkan ketika meminum wine berlebih rasanya tidak semenjengkelkan ini dalam kesadaran tumbuh semuanya tersadar ini bukanlah mimpi. Sebelumnya tidak pergi ke alam bawah sadar. Melihat jam dinding berdentang menunjukan pukul 12 malam membuat suasana hati semakin gundah karena perasaan yang tiba-tiba muncul mendekat dibawah selimut. Lagi-lagi pikiran ini terasa kacau seolah diri ini melihat jasad sendiri dalam kematian. Terhanyut dalam lautan emosional terkapar di antara samudra membuat terombang-ambing gelombang asa. Setiap sehabis beraktivitas semuanya terasa seperti itu rasanya seperti akan meledak
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Unspeakable Time

Unspeakable Time

Dia makan, minum, tidur, tertawa dan menangis di dunia novel ini. Dan menyimpulkan dengan sesederhana itu sungguh membuatnya hampa, karena bagi Serish, dunia ini nyata. Senyata rasa sakit dalam ingatannya ketika dia mati di kehidupan terdahulunya. Serish memejamkan mata dengan kuat. Kepalanya kembali berdenyut nyeri saat ingatan lain muncul. Novel itu berjudul Appocalypse Roses.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
A bittersweet life

A bittersweet life

Namun dia berusaha untuk positif thinking dan mencoba untuk biasa saja dengan situasi ini, mungkin dia agak sedikit syok dengan banyak mobil yang terparkir dan suara mobil yang cukup keras. Setelah sampai di lantai 4 Naya melihat anak buah Leon yang sedang menelfon seseorang, Namun Naya tidak ingin menguping, dia langsung menuju kamarnya dan berbaring, rasanya suhu badannyasekarang sedang tidak stabil dan matanya terasa begitu berat. Naya membaringkan tubuhnya di atas ranjang. *****
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Beauty and The Mafia

Beauty and The Mafia

sambungnya lagi. “Ha. Aku juga tahu itu. Kita hidup di bawah warna yang sama.” “Tidak, Caritta. Kau salah. Kita tidak sama sebab dunia yang menyatu denganku selama enam tahun terakhir merupakan hidup yang jauh lebih kelam dari yang pernah kau pikir ada,” bisik Fabio yang mengunci tatapan pada Caritta. “Setiap orang punya rahasia. Setiap orang juga punya sisi monsternya masing-masing. Itu sesuatu yang manusiawi.”
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 774 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Kebisuan dalam Kedalaman Air

Kebisuan dalam Kedalaman Air

"Dia cuma khilaf waktu itu, pasti dia nggak bermaksud buat menyakiti Nenek, kok." Yoga menyahut dengan penuh amarah, "Nggak usah belain dia!" "Aku sendiri yang melakukan autopsi pada jasad Nenek. Ada besi beton yang nembus perutnya sampai ke belakang. Apa orang yang punya rasa kemanusiaan tega melakukan hal sekejam itu?" "Kalau dia masih punya hati nurani, dia nggak bakal sembunyi terus kayak sekarang. Harusnya dia pulang dan menyerahkan diri!"
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai the unbearable lightness of being
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status