My Beloved Assistant
Zven membatin, "Udah cantik, kulitnya halus pula. Bisa nih, gue deketin jadi calon istri. Kayanya, dia cewek baik-baik, deh."
Cyenna merasa tak enak karena lelaki tersebut terus-terusan menatapnya. Terlebih, Zven belum melepaskan tautan tangan mereka. Menyebalkan sekali.
"Udah lama jadi asistennya Pieter?" tanya Zven kemudian.
Gadis berkemeja rosemary itu pun menggeleng, "Baru dua minggu."
"Kita udah jadi teman, Cyenna. Nggak usah bicara formal. Pakai lo-gue aja. Atau, aku-kamu juga boleh," ucap lelaki berdasi hitam tersebut.
Hot Chapters