Godaan Mama Muda
Matanya persis seperti mata Kara, tapi ada kedalaman yang membuat Radit merasa seperti sedang melihat cermin yang retak.
“Hai, Papa,” kata gadis itu lagi, suaranya lembut, hampir manja. “Aku Mira. Sudah lama aku ingin ketemu kalian semua.”
Kara langsung melepaskan tangan Radit dan berlari kecil memeluk pinggang Mira. “Kak Mira! Kamu benar-benar datang! Aku sudah cerita ke Papa dan Mama tentang kamu!”
Mira membalas pelukan Kara dengan hangat, tangannya mengusap rambut adik kecilnya. “Iya, Kakak sudah janji kan? Kakak bawa es krim stroberi kesukaan Papa juga.”