Dosa dalam Cinta
Dalam tatapan matanya yang basah, ia melihat kilasan: wajah Satrio, tatapannya yang penuh luka, tangan yang mengulurkan liontin itu dengan gemetar, dan di belakangnya, bayangan perempuan dengan mata hitam yang sama, yang kini mendekat di antara pusaran kabut.
Petir menyambar lagi, menghantam menara biara dengan ledakan yang membuat langit-langit runtuh sebagian, menghujani ruangan dengan pecahan batu, kayu, dan debu yang beterbangan. Angin menderu masuk, memadamkan semua nyala lilin, dan dalam gelap itu, satu suara terdengar, rendah, berat, penuh janji yang mengguncang dunia di sekitar mereka, seolah bumi itu sendiri berbicara.
“Pintu telah terbuka. Saatnya memilih—mengikuti cahaya... atau m
Chapitres populaires