Balada Cinta ShaBar
Asli ngga ngerti maksudnya gimana.
"Ayahku selalu bilang, ngga apa-apa ngga punya ibu, atau ngga punya apa pun, atau siapa pun, asal punya Allah. Itu saja cukup." Dia duduk bersila dengan tangan masih ngerogoh ke dalam ransel. "Tapi Allah mengambil semua yang kumiliki. Literally semua. Allah ambil ayahku. Allah ambil nenekku, Zara, bahkan kucingku. Lalu Bunda Tania." Suaranya terasa menggetarkan udara. "Aku ingin merasa cukup. Cukup hanya Allah saja. Tapi merasa cukup itu ...." Dia narik napas dalam. "Ternyata tak mudah. Aku selalu merasa kurang, tapi takut menambah. Takut Allah mengambilnya juga."
Akbar kaya ngomong sama diri sendiri. Matanya fokus natap ke ransel seolah aku ngga ada di dep
Chapitres populaires