Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
Dario pergi dengan kepala tertunduk, seperti seorang pria yang baru saja keluar dari gereja.
Dua hari kemudian, Tiana datang. Dengan aroma parfum dan kalung mutiara, serta pelukan hangat yang hanya bisa diberikan oleh seorang perempuan yang telah bertahan hidup dari kerasnya dunia. "Urusan bisnis membawaku ke kota," katanya, tetapi matanya langsung basah saat melihat putriku. "Astaga, lihat dia. Hidungnya mirip Dario dan senyumnya mirip kamu."
Tiana menggelar syal sutranya di lantai dan duduk bersila seperti anak sekolah, membiarkan tangan kecil itu memainkan gelang-gelang di pergelangannya.