Suamiku Berandalan Sekolah
lanjutku, mereka langsung ber-tos.
Memelukku tanpa malu, padahal kelas masih ramai. Aku hanya, tidak menyukai Zara yang melihatku begitu sinis, ngerinya.
Dia juga tidak memiliki teman, mengingat kejadian kemarin. Banyak dari mereka menjauh, dan tidak ingin berdekatan dengannya.
"Dih, gitu doang," nyinyir Zara, memainkan hp-nya.
"Palingan mereka cuma mau temenan sama lo, pas ada maunya," lanjut Zara, bukan aku yang maju.