PETAKA REUNI
Belakangan ini, aku sering keluar sekadar menyapa tetangga, mengakrabkan diri dengan sekitar.
Untuk orang sepertiku, tentu ini tidaklah mudah. Aku sangat berbeda dengan Arsyl yang bisa akrab dengan semua orang, termasuk dengan keponakan kami. Aku cenderung diam dan enggan memulai percakapan lebih dulu. Aku juga tak memiliki banyak teman. Hanya beberapa teman kuliah yang tersisa, juga teman kantor yang itu-itu saja. Bila dikumpulkan, teman dekatku benar-benar bisa dihitung jari saking sedikitnya.