Perawan Untuk Om Duda
“Daf, siapkan tiket ke Swiss, untuk lusa.”
Selma spontan menoleh, tatapannya lebih tegang dari sebelumnya. “Om Panji mau ke Swiss? Ngapain? Yaelah, Om, masa gitu doang ngambek. Mana jauh banget lagi ngambeknya. Harusnya, ‘tuh, di sini aku yang marah, tapi, kok, malah Om yang lari. Masa iya aku harus gantian ngejar? Tega banget aku ditinggalin sendiri. Balikin aku ke rumah Papa aja, deh,” cerocos gadis itu, tanpa rem.
Panji separuh menganga, sambungan teleponnya dengan Dafa pun belum diputus. Setelah sadar dari keterkejutannya, pria itu mengatakan, “Tiketnya untuk dua orang, Daf, first class.”