Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Moment Of Us

The Moment Of Us

Aku terbangun kala mendengar nyanyian burung di luar jendela kamarku. Musim semi sudah menampakkan ujungnya. Rona musim panas kini sudah mulai terlihat. Silau dan panas. Setelah menunaikan ibadah pagi tadi, aku kembali tertidur, karena aku tak punya kelas hingga nanti pukul sepuluh pagi. Aku menggunakan waktu luangku untuk mengisi kembali energiku, yang mana pada hal ini berarti adalah, tidur. Aku agak kelelahan setelah marathon mengerjakan proyek thesisku hingga tadi jam tiga subuh. Aku memang bekerja amat keras mengerjakannya agar aku bisa kembali ke negaraku tercinta, Indonesia. Tiga tahun adalah waktu yang amat cukup bagiku untuk menjelajah Paris, yang kata orang adalah kota yang paling
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
The Second Time We Met

The Second Time We Met

"Kau mengambil jatah cutimu yang sangat sedikit untuk berkemah di sebuah tempat yang namanya baru kau dengar. Setelah itu kau akan menghabiskan malam yang panjang tanpa ponsel dengan harapan kau bisa mengurangi sedikit saja kecanduanmu akan benda kecil sialan itu dan sebagai gantinya kau akan menatap langit malam bertaburan bintang lalu entah bagaimana kau akhirnya tiba di fase itu." Aku menaikkan sebelah alisku yang tebal dan sedikit berantakan. "Fase apa?" "Kau tahu," Nina menjentikkan rokoknya ke dalam gelas berisi pink lemonade yang baru di minum setengah lalu tersenyum. "Mulai memikirkan dan membayangkan banyak sekali kemungkinan yang akan terjadi jika saja kau melakukan satu saja hal d
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Waktu Adalah Obat Terbaik

Waktu Adalah Obat Terbaik

Bahkan tidak sempat mendengar suara sapaan dari seberang, dia langsung bertanya, "Mana Stacey? Kalian lihat dia nggak? Dia lupa waktu acara pernikahan ya? Cepat ingatkan dia, acaranya sudah mau dimulai ...." Semakin lama Adriano berbicara, suaranya semakin kecil dan kehilangan keyakinan. Sebab, Stacey bukanlah tipe orang yang tidak menghargai waktu. Apalagi, Stacey bahkan sudah memblokir nomornya. Hanya saja, Adriano masih berharap bisa mendengar jawaban berbeda dari para pelayan di vila.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

“Jadi waktu di sini bukan benda yang berjalan sendiri, tapi gema dari kesadaran kami?” “Benar.” Krona berputar sekali, memancarkan percikan cahaya lembut. “Waktu adalah musik yang kalian mainkan bersama Jagat. Tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan — hanya harmoni yang kalian ciptakan saat ini.” Ilham menatap Aaron. “Berarti dunia ini benar-benar hidup dengan kita.” Aaron tersenyum pelan. “Bukan hanya hidup — ia bernafas dengan kita.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Oh, jadi lo yang ngasih tau Ari?" "Iya, gue minta tolong dia buat kasih tau lo." "Kenapa gak langsung?" "Susah banget ketemu sama lo. Sibuk, ya?" "Banget. Luangnya pas larut malem doang." "Jangan capek-capek, El. Nanti lo sakit." "Kebiasaan. Lo selalu mengutamakan orang lain daripada diri lo sendiri. "Hehe. Saling mengingatkan aja, El."
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Batas Waktu

Batas Waktu

Aqilla memantaskan diri di depan cermin. Gadis cantik itu tampak menawan menggunakan striped colorful lengan panjang yang dipadukan dengan wide leg jeans. Ia memulas tipis lipgloss di bibirnya yang sudah merah alami. Rambut sebahunya sengaja diurai, menambah aura gadis itu yang semakin terpancar. Aqilla melihat jam diding yang tertempel manis di dinding kamarnya yang bernuansa kuning dan cokelat dengan lukisan bunga matahari di beberapa bagian. Jam sudah menunjukkan pukul 8, tetapi cowok itu belum datang juga sampai sekarang. Ia berdecak sebal sambil memainkan handphone ditangannya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Akhirnya, dengan nada gusar Arya berkata, “Besok sore. Jam empat. Kamu punya waktu satu jam bersama Vivi. Tidak bisa lebih.” Uma menghela napas lega meski kesal. Ia benci mendengar kata Vivi. “Terima kasih.” Arya tidak membalas. Panggilan berakhir dengan suara klik dingin. Uma menatap layar ponsel yang gelap, perasaan bercampur antara lega dan perih. Meski jalan untuk bertemu Adek terbuka, ia tahu tantangan sesungguhnya masih menanti. Tapi ia tidak akan putus asa. Ia akan bekerja keras agar bisa bisa sepenuhnya bersamanya.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Aku menutup pintu vila dan melangkah pergi. Dengan hanya 24 jam tersisa dalam hidupku, aku tidak punya tempat tujuan. Udara lembap bercampur asin dari laut menyapu wajahku. Aku menaiki feri menuju pulau kecil di seberang Teluk Aruna. Pusing semakin menjadi-jadi, pandanganku gelap bergelombang. Aku tahu waktuku tidak lama lagi. Sebelum kegelapan menelanku sepenuhnya, aku mengambil tas, mencari ponsel.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Love life hope

Love life hope

Kapan lagi Sandy memperlakukannya begitu sayang seperti keramik berharga dan berumur jutaan tahun. "Pacaran adalah jalan saling mengenal menuju pernikahan. Aku serius denganmu Nana." "Jangan bertingkah dewasa terlalu cepat Sandy, nikmati waktu kita diumur ini, karena mereka takkan kembali. Lagipula, kita tak bisa menjamin dimasa depan kita akan menjadi pasangan suami istri." Nana mengambil tangan Sandy yang ada di kepalanya, kemudian menaruh di wajahnya, menikmati tangan lelaki yang selama ini selalu memenuhi angan bawah sadarnya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai time of our life
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status