Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERNODA DI MALAM PERTAMA

TERNODA DI MALAM PERTAMA

Lalu, dia segera menepi di sebuah toko. Butuh waktu setengah jam bagi Roby untuk sampai ke tempat itu dengan kecepatan tinggi. Saat dilihatnya mobil Rimba terparkir, Roby langsung menepikan motornya. Tanpa menunggu, Rimba langsung mengambil helm yang baru Roby lepas dari kepalanya. “Sabar, Bro. Emang lu mau ke mana, sih?” tanya Roby heran.
1098.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Malam Penuh Topeng

Malam Penuh Topeng

“Secepat itu?” “Bisa saja,” ucap sang putra mahkota. “ Lagipula, ini sudah menjelang akhir musim — aku yakin sekali bahwa Dimitri takkan membuang waktu.” Ketika mereka tiba, Orang-orang membiarkan keduanya menembus kerumunan. Dan Hiraya dapat melihat Diora, di sampingnya adalah Dimitri Fernthier yang menggenggam tangannya. Gadis itu tersenyum pada khalayak ramai.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam di Bioskop

Rahasia Malam di Bioskop

Seperti api yang disiram minyak. Aku sangat berharap, ada seorang pria tiba-tiba muncul di sisiku. Siapa pun pria itu, asalkan dia cukup kuat untuk memberiku kenikmatan yang paling merangsang. Tiba-tiba, aku teringat pembicaraan orang-orang tentang sebuah bioskop di dekat sini. Itu adalah tempat misterius di kota kecil ini. Pada siang hari, tampak seperti bioskop biasa. Namun setelah tengah malam, mereka secara sembunyi-sembunyi memutar film-film yang sangat merangsang.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
What the hell, Tetangga!

What the hell, Tetangga!

Malam yang indah penuh kelap-kelip lampu remang yang menenangkan kendati keadaan ramai itu selalu tersimpan dengan baik di salah satu sudut pikiran Jane. Malam di Malioboro sejatinya memang tidak pernah mengecewakan. Dan mereka berada di tempat yang tak pernah membosankan itu.
9.9181.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Esteifa
Hallo teman-teman. Malem ini maaf sekali aku melakukan kesalahan kayak sebelumnya yaitu upload dua chapter yang sama dua kali. i'm sorry about that. ada eror. Jadi buat teman-teman, buka satu part aja ya, sayang koinnya. aku udah bilang editor buat segera hapus salah satu. thankyumida.... sorrymia...
LeeJaeWook13
cerita bagusss bangettt, gak banyak drama lebih ke slice of life, tapi tetap ada bumbu manisnyaa, konflik nya ringan tapi deep banget, suka bangettt intinya, btw aku masih belum rela mereka selesai huhu. Di tunggu next project nyaa. Fighting author
Baca Semua Ulasan
200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan

200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan

Tidak seru jika pergi ke Jogja tanpa pergi ke Malioboro. Alhasil, malamnya Lia dan Damian pergi ke Malioboro menggunakan motor Leo. Niatnya ingin menggunakan motor pitung milik bapak, tapi Damian yang orang kaya tidak terbiasa menggunakan motor jadul itu. Lebih-lebih saat Aji mencoba menghidupkan motornya si pitung itu ngambek tidak mau hidup.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Tertawan Pesona Bos Duda

Tertawan Pesona Bos Duda

Meski baru rumor, tetapi Bram menilai kemungkinan itu selalu ada. Bram segera bergerak ke tempat parkir dan melajukan mobilnya ke kawasan Malioboro. Malam merangkak naik dan Malioboro tidak tampak mengantuk. Pejalan kaki memadati pedestrian di kiri dan kanan jalan. Dengan ornamen lampu kota klasik, suasana Malioboro terasa syahdu dan melankolik. Petugas berpakaian serba hitam mengangguk sopan ketika Bram melewati gerbang. Pria itu memberi tahu Bram agar memarkir mobil di basement karena hanya di sana masih ada ruang kosong.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Guru Aku Milikmu

Guru Aku Milikmu

Tok.. Tok... Sebuah bambu satu ruas yang di beri lubang kecil berbentuk persegi panjang sedang di pukul kencang oleh seorang lelaki tua yang sedang berdiri di atas menara. "Cepat lari cepat... ada moster bermata merah" "Bagaimana bisa? Bukankah moster mata merah selalu muncul saat matahari terbenam?" "Siapa yang tahu kapan dia datang, cepat kunci pintunya"
868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Perpustakaan Tengah Malam

Perpustakaan Tengah Malam

Lorong itu lebih sempit dan lebih rendah daripada ruangan sebelumnya, membuat mereka harus berjalan dengan hati-hati. Setelah beberapa menit berjalan dalam kegelapan, mereka tiba di sebuah ruang kecil yang lebih terang daripada yang mereka harapkan. Di tengah ruangan itu, ada sebuah obor kuno yang menyala dengan api biru yang aneh, menyinari dinding yang dipenuhi dengan ukiran-ukiran rumit. "Ini seperti… sebuah catatan sejarah," bisik Elara, matanya mengagumi ukiran itu. "Sepertinya ini adalah cerita tentang bagaimana Astralium didirikan."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Aku tidak akan membiarkan mereka menang. Ini adalah usaha yang kita bangun dengan kerja keras. Tapi aku harus mencari tahu siapa dalangnya.” Sabotase di Tengah Malam. Malam harinya, Bima memutuskan untuk berjaga di pabrik kecil mereka. Ia merasa ada yang tidak beres akhir-akhir ini—rumor tentang dirinya menggunakan pesugihan semakin liar, dan pelanggan mulai ragu untuk membeli produknya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Wanita Pengganti

Jerat Cinta Wanita Pengganti

Keduanya berganti pakaian biasa, lalu berjalan menuju lobi untuk menunggu yang lainnya. Menikmati suasana malam Malioboro saat malam hari itu selalu memberikan pengalaman tersendiri bagi siapapun yang berkunjung ke kota penuh kenangan itu. "Nya…" "Iya, Mas?" "Kalau capek bilang, ya?" Pradnya mengangguk. "Iya, Mas. Belum capek, kok. Saya terbiasa kerja sambil berdiri, jadi nggak kerasa kalau cuma jalan gini."
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai tokoh malioboro at midnight
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status