Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mon Amour

Mon Amour

Jika ia belum puas akan jawaban, maka ia tidak akan berhenti bertanya. “Mon amour adalah panggilan cinta dalam bahasa Perancis. Mon amour, berarti cintaku. Panggilanku untuknya agar dia mengerti betapa dia telah menjadi separuh hatiku.” Begitulah kata rekan kerjanya saat itu. Avan selalu teringat-ingat akan kata itu, dan berjanji jika ia memiliki orang yang istimewa di hatinya, akan ia panggil dengan sebutan itu. lalu, pilihannya jatuh pada Farrin. Hanya pada Farrin, karena wanita yang mendekatinya sebelum ini tidak pernah mampu membuat ia menjadi sebegini cinta.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 173 Times as touché
Read
+Library
The Alchemist's Touch

The Alchemist's Touch

Tangan Josselyn makin menegang di dada Killian. “Saya mungkin tidak ingat, tapi itu tidak berarti saya mengizinkan Anda menyentuh saya sekarang.” Mata Killian berkilat, dibarengi seringaian di wajahnya. Ia menyentuh telapak tangan Josselyn yang menempel dadanya. Lalu membuatnya meraba kulit yang basah oleh cipratan air. “Kau menyentuhku di sini,” Killian membawa tangannya turun ke perutnya.
10883 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as touché
Read
+Library
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

tanya Meysa nekat, suaranya nyaris hilang ditelan bunyi guntur di kejauhan. Wildan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia perlahan mengangkat tangannya yang bebas, membelai lembut pipi Meysa dengan punggung jarinya. Sentuhan itu terasa seperti sengatan listrik yang merambat ke seluruh saraf Meysa. Wildan mendekatkan wajahnya, perlahan namun pasti, hingga ujung hidung mereka bersentuhan.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 244 Times as touché
Read
+Library
Sentuhan Nakal di Perjalanan

Sentuhan Nakal di Perjalanan

Kemudian, aku mengangguk pelan sebagai jawaban. Farrel mengoleskan minyak esensial ke tangannya, lalu memijat punggungku dengan lembut. Kesan pertama yang kurasakan adalah telapak tangannya yang lebar terasa hangat, dengan teknik pijat yang sangat profesional. Mengikuti lekuk tubuhku, tangannya perlahan bergerak turun ke pinggang hingga betis. Aroma hormon yang kuat membuatku merasakan kenyamanan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Farrel benar-benar memahami wanita. Setiap pijatannya selalu tepat mengenai titik paling nyaman.
79.9K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as touché
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Pov Aurel "Rel, ini gimana? Kok handuk tergeletak sembarangan gini? Taruh di tempatnya!" Surya melempar handuk bekas mandi barusan ke wajahku. Kaget, jantungku berdetak lebih cepat karenanya. "Beb! Kena wajah," rutukku kesal. Kulempar balik handuk tersebut ke arahnya. "Hei! Kena aku, Rel! Kok dilempar lagi?"
1028.9K viewsCompletedAdded to Library 665 Times as touché
Read
+Library
TARO

TARO

Tak mau ambil pusing, sebisanya aku menampung taro dan crepes di tanganku bersamaan dengan tas dan juga dompet yang menyesakki lengan bahu, tangan kanan dan kiriku. Naasnya saat aku berbalik, seseorang dengan tubuh tegapnya menghalangi jalanku dan membuatku menabraknya hingga taro di genggamannku terhenyak ke jasnya hingga berakhir jatuh ke lantai. Nasib crepes green tea jauh lebih parah. Ia telah hancur berkeping keping. “Shit!”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as touché
Read
+Library
YOU

YOU

Aluna bertanya parau, kerongkongannya terasa tercekat, pikirannnya semakin berkecamuk dan hatinya serasa merosot entah jatuh kemana mendengar perkataan Xavier yang begitu tiba-tiba. “Ocean..” Xavier berkata lembut, laki-laki itu memajukan posisi duduknya agar lebih mendekat menghadap Aluna dan kemundian ia mengambil kedua tangan Aluna yang sejak tadi sibuk meremas gamis hitamnnya. Ia genggam tangan itu erat, seolah takut kehilangan rasa hangat dari genggaman tangannya dengan tangan Aluna.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as touché
Read
+Library
LES NOCES, LE MARIAGE

LES NOCES, LE MARIAGE

Aku mencoba untuk menggoda Danish, dia menggeleng sambil tersenyum, mungkin aku suka mengerjai dirinya, walau kali ini tak ada lagi main-main, tak ada juga yang perlu ditunda. "Janji, tak ada perpisahan, tak ada batal?" Aku mengeluarkan jari kelingking ke arahnya, Danish menunduk melakukan sebuah pinky promise untuk selalu bersama. "Kita akan selalu bersama." Tangan Danish menyapu wajahku, love language physical touch, yang membuatku merasa tersanjung walau juga kadang aku menilai jika Danish itu mesum.
9.814.9K viewsCompletedAdded to Library 342 Times as touché
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status