Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Memilih Bercerai Daripada Dimadu

Memilih Bercerai Daripada Dimadu

Aira menatap ayahnya seolah meminta persetujuan, dan melangkah mendekti Airin setelah melihat ayahnya menganggukkan kepala. "Ayo tante anterin. Toiletnya ada di dalam," ucap Airin ramah, digandengnya tangan Aira menuju toilet yang ada di dalam ruangan ujung toko. Netra Arga tidak berkedip memperhatikan Airin yang mengandeng tangan anaknya memasuki ruangan di ujung toko. Tanpa dia sadari, ada yang berdesir di hatinya. Wanita yang terlihat ketus saat pertemuan pertama mereka kemarin, kini terlihat tersenyum manis kepada anaknya.
1078.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Dia berjanji akan memberikan keadilan untuk putrinya. Varen tiba di ruangan tempat Aerin dirawat, serorang perawat mengambil pakaian medis steril untuk dikenakan Varen ketika masuk ke ruang ICU. Varen memakai masker sendiri, memasuki ruang ICU dengan mata yang merah. Bahkan udara di ruang ICU tampaknya mengeras membuat orang merasa sesak nafas, suara peralatan medis yang dipasang di tubuh Aerin semakin membuat hati Varen berdenyut tak karuan.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
MENGEJAR CINTA PAK DOSEN

MENGEJAR CINTA PAK DOSEN

"Tenang, Mas. Aku akan segera ke sana. Jangan biarkan Airin sendirian." Tidak lama kemudian, Agatha tiba di rumah Bintang. Dia membawa beberapa obat dan segera merawat Airin dengan penuh kasih sayang. "Airin, tante Agatha di sini. Jangan khawatir, sayang," kata Agatha sambil menyeka keringat di dahi Airin dan memberinya obat penurun demam.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

“Aku akan mengobatimu, seperti yang kulakukan pada pasien-pasienku,” “Ah….,” Airin manggut-manggut. “Selain obat, kita akan lakukan konseling. Mungkin CBT[1]juga.” “Caranya?” “Biar itu menjadi urusanku. Urusanmu hanya satu, ikuti perintahku. Paham!” Airin menganguk. Adrian tersenyum. “Anak baik…,” goda Adrian. Airin cemberut. ***
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Mantan Mertua

Mengandung Bayi Mantan Mertua

Ia cengkeram rahang Airin dengan kuat, lalu memasukkan butiran obat dengan cukup kasar. Wajah Airin tampak memerah, ia terbatuk karena dipaksa menelan sesuatu. Napasnya bahkan sempat tersendat ketika salah satu butir obat membuatnya tersedak. Airin memukul dadanya dengan kuat, berharap dengan itu butiran obat yang menyumpal kerongkongannya bisa keluar. “Apa yang kau lakukan?” Arie mendorong Robin dengan kasar. Segera ia peluk Airin dari belakang, lalu menekan dadanya hingga butiran obat itu keluar.
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 524 kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Kesayangan Duda Tampan

Ibu Susu Kesayangan Duda Tampan

"Kita akan menunggunya bersama, Airin. Kita akan menunggu." *** Langit biru cerah menyambut Ayleen ketika dia memasuki koridor rumah sakit yang bersih dan tenang. Ketika pintu kamar terbuka, Ayleen melihat Airin terbaring di tempat tidur, wajahnya pucat dan terlihat lemah. Dia mendekati tempat tidur dengan hati yang berdebar, mencoba menahan tangisnya yang hampir pecah.
9.7103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Merusak Pagar Ayu

Merusak Pagar Ayu

Dengan langkah gontai Bram berjalan menuju bagian administrasi untuk mengurus segala sesuatu yang menyangkut perawatan Airin. Sementara itu Airin yang masih sangat lemah telah didorong oleh beberapa orang perawat menuju kamar inap di ruangan VVIP. Setelah selesai urusan administrasi, Bram menelepon Bu Nah untuk mengabari kalau Airin harus dirawat inap dan juga meminta tolong Bu Nah untuk menyiapkan keperluan Airin dan dirinya selama di rumah sakit. Bersambung ....
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Suara erangannya memecah udara bersamaan dengan cairan hangat miliknya yang menyembur deras, memancar membasahi permukaan bukit kembar, leher jenjang, hingga sebagian bawah wajah cantik Airin. "Nnggghhh …," Airin memejamkan matanya erat, menikmati kehangatan cairan Doni yang melumuri kulitnya. Keheningan kamar hotel itu menyisakan deru napas keduanya yang memburu pendek dan saling berkejaran di udara.
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Sentuhan Terlarang Dokter Tampan

Sentuhan Terlarang Dokter Tampan

Pekik Tasya menutup mulut dengan kedua tangannya. Airin mengangguk pelan, ia membenarkan semua pertanyaan Tasya dengan penuh ke bimbingan. "Iya, karena itu hari ini mas Adrian ingin memastikan pengobatan ku, kalau mereka bertemu apa yang harus aku katakan," Lirih Airin seraya memijat kening. Tasya pun ikut bingung, tapi sebagai seorang sahabat dia tidak ingin jika sampai Airin sedih lalu berusaha memberikan saran terbaiknya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Duda Bar-bar

Terjerat Pesona Duda Bar-bar

Tangan kekarnya mengusap punggung Airin yang gemetar, menyalurkan kehangatan tubuhnya. ​Beberapa menit berlalu di bawah kucuran air shower. Nolan memperhatikan wajah Airin yang perlahan mulai memucat, sementara napas gadis itu tidak lagi seburu-buru tadi. Nolan sedikit bernapas lega, mengira metode ekstrem ini benar-benar berhasil meredakan efek obat biadab tersebut. ​"Apa sudah mendingan?" tanya Nolan, menatap wajah di pelukannya.
455 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai treatment airin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status