Tuan Dingin & Nyonya Luka
Ia menggandeng tangan Aqila, dan membiarkan Kenan berjalan di samping mereka, seperti potret keluarga kecil yang sempurna dari luar, namun di dalamnya penuh luka yang belum sembuh.
Mereka bertiga makan di sebuah restoran kecil yang terkenal dengan interior uniknya. Dinding restoran dipenuhi ribuan tulisan tangan pengunjung, disusun rapi di balik kaca tebal. Beberapa sudah menguning dimakan waktu.
Sambil menunggu makanan, Jifanya berjalan menyusuri dinding kaca, matanya tertumbuk pada sebuah tulisan. Tangannya meraba kaca, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
Bab Populer