Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GARIS PATAH LOGIKA

GARIS PATAH LOGIKA

Jika aku adalah seorang pelukis tua eksentrik, di mana aku akan membuat pintu rahasiaku? Ia berhenti di dinding belakang, dinding yang paling dekat dengan tepi tebing. Dinding ini tidak memiliki jendela besar seperti dinding depan, hanya beberapa jendela ventilasi kecil di bagian atas. Dinding ini tertutup oleh rambatan tanaman liar yang lebat. Terlihat seperti jalan buntu.
820 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Tapi dari dalam dinding kontrakan. Sesuatu merambat, seperti tangan-tangan kecil merayap di balik lapisan bata, menggores-gores dari dalam, membentuk tulisan samar yang mulai terlihat di tembok: > “PULANGKAN DIRI MU.” --- Hari-hari setelah itu berubah menjadi neraka.
10817 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Di dindingnya, muncul tulisan baru setiap kali angin berhembus. Tulisan yang tidak pernah bisa kami prediksi, seolah rumah itu punya pikirannya sendiri. Aku menyentuh salah satu tulisan di dinding. Kata-katanya lembut, hampir seperti doa. “Setiap penulis adalah ciptaan dari cerita yang ia tulis.” Aku menatap Arga, suaraku bergetar. “Arga, bagaimana kalau dunia ini sudah tidak butuh kita lagi?”
791 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Tuan Dingin & Nyonya Luka

Tuan Dingin & Nyonya Luka

Ia menggandeng tangan Aqila, dan membiarkan Kenan berjalan di samping mereka, seperti potret keluarga kecil yang sempurna dari luar, namun di dalamnya penuh luka yang belum sembuh. Mereka bertiga makan di sebuah restoran kecil yang terkenal dengan interior uniknya. Dinding restoran dipenuhi ribuan tulisan tangan pengunjung, disusun rapi di balik kaca tebal. Beberapa sudah menguning dimakan waktu. Sambil menunggu makanan, Jifanya berjalan menyusuri dinding kaca, matanya tertumbuk pada sebuah tulisan. Tangannya meraba kaca, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Tapi bisikan itu terus terngiang-ngiang di telinganya, membuatnya merasa terpojok. Dia berlari kembali ke ruang tamu, mencoba berpikir jernih. Tapi saat dia mengatur napas, sesuatu yang lain menarik perhatiannya. Di dinding ruang tamu, tepat di sebelah cermin besar yang selalu membuat mereka tidak nyaman, sebuah tulisan muncul. Tulisan itu tergores di dinding dengan kasar, seolah dibuat oleh kuku yang tajam. Kata-kata itu pendek namun jelas terbaca: Mereka datang.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Pada akhirnya, ukiran dinding itu menunjuk ke sisi lain gua, sebuah celah sempit yang diberikan tanda khusus. Sepertinya terdapat suatu wilayah yang lebih luas di balik celah itu, tetapi jauh lebih berbahaya juga. Terukir aksara awan dan kilat menyambar, lalu satu baris tulisan kecil yang agak tergesa-gesa sekaligus penuh tekad di bagian akhir dari ukiran dinding itu.
8.83.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94.5K kali sebagai tulisan dinding keren
Tampilkan Ulasan (736)
Baca
+Pustaka
Panessa Selvia
TAMAT. jadi mnurut kesimpulan saya. luter ditingkatan transendensi roh(tingkatan paling atas kultivasi) sudah ga yg ngusik lagi, sudah bagaikan dewa. makanya dibuat hidup tenang diakhir crita. tpi masih gantung, ayahnya di atlandia masih hidup/wafat? dan Bianca tau GK luter=Gerald Bennet?
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

“Dinding dibuat bukan untuk melarang seseorang keluar. Tapi untuk melihat siapa yang peduli menghancurkan itu.” Aku terdiam sejenak. “Kata-katamu bijak juga.” Dan dia tertawa dengan cara yang manis. “Aku tidak sebijak Socrates, tapi itu yang kumaksud. Semua orang dikelilingi dinding, dan kurasa kau juga. Tapi aku tidak pernah membuat dinding. Dinding itu sudah ada jauh sebelum aku lahir. Dan, entahlah, aku tak merasa itu bisa hancur. Barangkali hanya aku sendiri yang cukup peduli menghancurkannya. Apa kau juga berpikir seperti itu?”
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Grafiti Dinding Hati

Grafiti Dinding Hati

Menciptakan sensasi intim serta sensual yang tentunya bisa membantu William dan Citta. “Tolong pilihkan enam lingeri yang paling seksi.” Instruksi Johan langsung direspons anggukan oleh sekretarisnya. Johan memberi hadiah banyak lingeri untuk Citta bukannya tanpa alasan. Johan yakin jika William pasti tidak berbeda jauh dengan dirinya. Johan langsung teringat dirinya ketika seumuran William. Gairah yang tinggi dan menggebu membuat Johan muda menjadi begitu beringas. Ia tentu saja ingat ketika Diana–ibu William memesan lingeri setiap hari karena lingerinya rusak dikoyak Johan setiap mereka berhubungan badan.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Mimpi Terburuk

Mimpi Terburuk

Randi melangkah ke dinding kamar, menuliskan sesuatu di dinding kamar itu dengan darah Tatik. "Hell...Lo " Tulis Randi, Lalu menulis dibawah tulisan itu lagi. "Lo ke neraka, akibat mulut sampah lo ! " Tulis Randi di dinding itu dengan darah sebagai tintanya. Kemudian Randi cepat keluar kamar, melangkah menaiki tangga rumah, masuk ke kamar Irfan, kembali menuju lubang yang terbuka dan masuk kedalam kamar rumah Yana. menutup lubang itu kembali dengan papan triplex yang dibukanya tadi.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

"Dan ini aneh... tulang mereka rapuh, seolah-olah seluruh sumsum dan energi kehidupan mereka disedot habis sebelum mereka mati." Roselina memaksakan diri melangkah maju dari balik punggung Kaelan. Matanya tidak tertuju pada kerangka-kerangka itu, melainkan pada dinding batu raksasa tepat di sebelah gerbang baja. Dinding itu dipenuhi oleh ukiran tulisan kuno yang dipahat secara kasar dan terburu-buru. "Ini tulisan tangan Emilly De Solis," bisik Roselina, ujung jarinya menyentuh permukaan dinding yang berdebu. "Kael... Zepriyn... kemari. Kalian harus melihat ini."
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai tulisan dinding keren
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status