Tukang Pijat Tampan
"Lo pikir gue bego? Gue lihat sendiri cara dia mandang lo. Itu bukan tatapan seorang teman, Dit. Tia itu cewek baik, dan gue nggak mau dia jatuh ke pelukan orang yang nggak jelas masa depannya."
Adit diam sejenak, mencoba memahami kata-kata itu. "Maksud Bang Iwan, aku orang yang nggak jelas masa depannya?"
"Lo sendiri yang bilang," Iwan menyeringai. "Lihat diri lo, Dit. Lo cuma seorang orang baru di sini, nggak punya kendaraan layak, gaji lo pas-pasan. Lo pikir cewek kayak Tia bakal terus-terusan sama orang kayak lo? Dia cuma kasihan sama lo, atau mungkin sekadar iseng."